BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Kodam IV/Diponegoro Siap Membantu Pengamanan Pilpres
Kodam IV/Diponegoro Siap Membantu Pengamanan Pilpres

Kodam IV/Diponegoro Siap Membantu Pengamanan Pilpres

 

Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Sunindyo menyatakan siap membantu pengamanan pelaksanaan pilpres. Tidak hanya mengamankan lokasi TPS, namun juga wilayah di sekitarnya. Prinsipnya masyarakat bisa menyampaikan hak suara dengan bebas, langsung, rahasia, dan adil.  Hal ini disampaikan Pangdam IV/Diponegoro pada dialog Interaktif yang mengambil tema Mewujudkan Pilpres Damai 2014 Jawa Tengah, Siap Menang Siap Kalah, yang berlangsung di Studio Mini Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (8/7).

Senada dengan Pangdam, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Drs. A Liliek D SH menyatakan kesiapan pengamanan pilpres. Polri  sudah memetakan tempat-tempat rawan dan menempatkan personel lebih banyak pada lokasi rawan.

“Masyarakat tidak usah resah. Polisi siap mengamankan, mengawal pelaksanaan pilpres dari awal sampai akhir. Bahkan sampai Oktober nanti,” Kombes Pol Drs. A. Liliek D. SH.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap partisipasi masyarakat pada pilpres 2014 ini meningkat. Apalagi semakin banyak pemilih yang cerdas dan memahami proses demokrasi maupun demokratisasi di negara ini. Kepercayaan terhadap lembaga penyelenggara pemilu pun meningkat. Namun, spirit demokrasi tersebut harus diimbangi dengan menumbuhkan sikap siap menang dan siap kalah.

“Saya selalu menekankan kepada masyarakat untuk menyediakan sedikit ruang di otak dan hati untuk menerima kekalahan. Jadi kalau yang terjadi tidak sesuai yang kita inginkan, jiwa kita akan menerima. Kalau berfikirnya harus menang, jika kenyataannya kalah tidak akan bisa menerima,” jelas Gubernur Jateng.

Teladan dari kandidat dan tim sukses pun sangat dibutuhkan agar para pendukungnya tidak bersikap anarkis. Gubernur Jateng menghimbau kepada masyarakat yang tidak bisa memilih karena tidak memiliki formulir A5 agar tidak melakukan tindakan provokatif.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah Abhan Misbah SH, yang turut hadir pada acara tersebut menambahkan, anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) harus konsisten dan memiliki persepsi yang sama dalam menentukan sah tidaknya surat suara. Sehingga tidak terjadi permasalahan yang dapat mengganggu proses pemilihan presiden (pilpres) 2014.

Lebih lanjut dijelaskan, regulasi penyelenggaraan pilpres juga mesti difahami benar. Termasuk persyaratan pemilih. Apalagi banyak pemilih yang nantinya menggunakan formulir A5 untuk bisa mencoblos di luar daerah asalnya. Integritas anggota KPPS pun mesti benar-benar dijaga. Mereka dituntut netral tanpa memihak salah satu calon.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Drs Joko Purnomo. Dijelaskan, persyaratan suara sah sudah diatur dengan jelas. Meski dicoblos lebih dari satu, jika lubang coblosan masih berada dalam satu kotak, surat suara itu dinyatakan sah.

Ketersediaan surat suara, kata dia, mencukupi untuk seluruh Jawa Tengah. Bahkan dapat memenuhi kebutuhan surat suara bagi pemilih yang menyertakan formulir A5, dengan jumlah yang cukup banyak dibandingkan pemilu sebelumnya, yakni melebihi 10 ribu surat suara. Pihaknya juga membuka peluang pengambilan suara di rumah sakit, dengan kerja sama beberapa TPS yang ada di sekitarnya. Bahkan pelayanan di rumah sakit tetap dapat dilayani hingga melewati pukul 13.00 selama surat suara masih tersedia.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer