BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Kodim 0716 ikut serta dalam budaya grebeg Besar di Demak
Kodim 0716 ikut serta dalam budaya grebeg  Besar di Demak

Kodim 0716 ikut serta dalam budaya grebeg Besar di Demak

KODIM 0716/DEMAK—Grebeg Besar dan Sejarah Kota Wali tak bisa disangkal lagi jika membuat orang Demak akan membanggakan dirinya sebagai warga Kota Wali. Catatan sejarah Kabupaten Demak memang tidak lepas dari perjuangan para wali (walisongo) dalam kegiatan menyebarkan agama Islam pada abad XV, yaitu keberadaan Demak sebagai pusat kerajaan Islam (Kasultanan Bintoro) di Pulau Jawa dengan ”masterpieces”nya adalah Sunan Kalijaga dan Sultan Fatah yang diakui merupakan tokoh-tokoh besar dan berpengaruh dalam lintas sejarah Kabupaten Demak.

Bentuk keramaian yang dikenal dengan nama GREBEG BESAR adalah murni hasil ciptaan para wali. Pelaksanaannya dimulai setelah walisongo angkatan I mengadakan sidang di serambi Masjid Agung Ampel Dento Surabaya, keputusannya sebagai berikut :“NGENANI ANANE SOMAWONO KIPRAH MEKARE TSAQOFAH HINDU ING NUSA SALALADANE, JUWAJIBAN PORO WALI AREP ALAKU TUT WURI ANGISENI. DARAPUN SUPOYO SANAK-SANAK HINDU MALAH LEGO-LEGOWO MANJING ISLAM.Artinya : Dengan adanya perkembangan ajaran Hindu di pulau wilayah ini, tugas para wali dakwah menyesuaikan adat istiadat setempat sambil mengisi nafas Islam, agar supaya masyarakat Hindu hatinya rela dan tulus ikhlas masuk Islam.

Sejak itu, Sunan Kaljaga mulai bertindak sebagai pelopor pembaharuan (Reformis) dalam menyiarkan agama Islam. Untuk mengimbangi kepentingan masyarakat, beliau ciptakan jenis kesenian baru yang disebut Wayang Purwo (wayang kulit). Semua jenis kesenian rakyat yang hampir mati karena Majapahit runtuh, dibangkitkan supaya hidup kembali. Tujuannya untuk mencari simpati masyarakat dan jangan sampai terjadi shock culture pada orang-orang yang sudah kuat religinya dengan agama tertentu. Hal itu dibenarkan juga oleh Dr. W.F Stutterheim dalam tulisannya “Culture Geschidenis Van Indonesia”.

Untuk memperingati sejarah Grebeg Besar Demak Pemerintah Kabupaten Demak mengadakan acara yang di awali dengan ziarah ke makam-makam leluhur Sultan Bintoro di kompleks Masjid Agung Demak, dan dilanjutkan ziarah ke makam Sunan Kalijaga dan saling bersilaturahmi antara pihak Kasepuhan Kadilangu dengan Bupati Drs H.M.Dachirin Said dan Wakil Bupati Demak Drs Harwanto, beserta Dandim 0716/Demak Letkol Inf Nanang T.T Wibisono S.A.P,Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo dan Kepala SKPD Demak dan tamu undangan lainnya.

Bupati Demak bersama rombongan bersilaturahmi ke Kasepuhan Kadilangu yang ditempatkan di Pendopo Noto Bratan Kadilangu Demak.Selanjutnya, Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Muspida Demak meresmikan pembukaan keramaian Grebeg Besar di lapangan Alun Alun Masjid Agung Demak.Selasa (8/9/2015)

Keterlibatan Kodim 0716/Demak dalam Grebeg Besar bagi pemerintah Kabupaten Demak juga memiliki arti penting, yakni sebagai salah satu unsur pengamanan yang bekerjasama dengan pihak Polres Demak dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama Grebek Besar berlangsung.

Pemerintah Kab.Demak juga mendapatkan sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah), melalui biaya sewa kapling-kapling tanah yang disewakan selama perayaan Grebeg. Hal ini ditambah pemasukan dari hasil penjualan tiket masuk ke area keramaian Grebeg Besar.

Sementara itu, bagi warga Kota Wali, Grebeg Besar merupakan kesempatan yang luas untuk mendapatkan tambahan penghasilan dengan keterlibatannya dalam kegiatan, seperti mempromosikan aneka hasil pertanian, kerajinan serta industri kecil lainnya. Demikian besar arti Grebeg Besar bagi Kabupaten Demak sehingga kita perlu membuat inovasi-inovasi kreatif agar mampu meningkatkan kualitasnya. Perubahan- perubahan untuk perbaikan perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah bagi peningkatan pendapatan Kabupaten Demak. Perlu daya tarik agar mampu membangkitkan kebanggaan setiap warga.

 

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer