BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Kodim 0716/Demak Laksanakan Pengamanan Selamatan Tumpeng Sanga
Kodim 0716/Demak Laksanakan Pengamanan Selamatan Tumpeng Sanga

Kodim 0716/Demak Laksanakan Pengamanan Selamatan Tumpeng Sanga

Selamatan Tumpeng Sanga itu di laksanakan pada hari raya Idul Adha bertempat di Masjid Agung Demak. Sebelumnya kesembilan tumpeng tersebut dibawa dari Pendopo Kabupaten Demak dengan diiringi Bupati Drs.H.M Dachirin Said dengan di dampingi Dandim 0716/Demak Letkol Inf Nanang T.T Wibisono S.A.P,Waka Polres Kompol Yani Permana,ulama, para santri, beserta tamu undangan lainnya menuju ke Masjid Agung Demak.

Tumpeng sanga pada tradisi Grebeg Besar di Demak yang diadakan setiap tanggal 9 Dzulhijah, yang pengamanannya di jaga ketat oleh anggota Kodim 0716/Demak dan Polres Demak,dimaksudkan untuk menghindari warga berebutan sebelum acara selesai.Ini mengandung makna dan fungsi tersendiri bagi warga Demak. Salah satunya adalah Tumpeng yang berbentuk kerucut menjulang ke atas mempunyai makna bahwa, manusia harus selalu ingat kepada Allah. Tumpeng sanga diartikan sebagai simbol wali yang berjumlah sembilan orang.

Selain makna dan fungsi diatas juga masih terdapat makna dan fungsi tumpeng sanga pada tradisi Grebeg Besar di Demak, antara lain sebagai berikut:

a.         Suatu bentuk ucapan syukur kepada Sang Pencipta dengan meningkatkan iman dan takwa.

b.         Bentuk penghargaan terhadap para wali yang telah berjasa menyebarkan ajaran agama Islam didaerah jawa khususnya daerah Demak.

c.         Memohon berkah kepada Allah SWT agar sesepuh dan seluruh masyarakat diberi ketentraman dan kelancaran dalam melaksanakan tugasnya.

d.         Terjaganya dua kaidah dasar dalam kehidupan masyarakat Jawa yaitu Prinsip Rukun, dan Hormat. Prinsip rukun, yaitu untuk mewujudkan dan mempertahankan masyarakat dalam keadaan yang harmonis, yaitu tenang, selaras, tenang, tentram, dan bersatu saling membantu. Dan prinsip hormat yaitu saling menghormati dalam kehidupan, dan mengatur pola interaksi sosial dalam masyarakat Jawa.

e.         Menjaga watak religius masyarakat Kabupaten Demak yang selalu menghormati ajaran dan tradisi leluhur, khususnya para Wali tentang keimanan dan ketakwaan. Bukan hanya sekadar menjalankan ajaran wajib dalam agama tetapi juga tradisi dan budaya Islami yang di kembangkan para Wali untuk menarik perhatian dan membawa masyarakat waktu itu untuk mengikuti ajaran yang mereka sebarkan.

Pada saat yang sama di Kadilangu juga di laksanakan kegiatan serupa yaitu, Selamatan Ancakan, selamatan tersebut bertujuan untuk memohon berkah kepada Allah Swt agar sesepuh dan seluruh anggota panitia penjamasan dapat melaksanakan tugas dengan lancar tanpa halangan suatu apapun serta untuk menghormati dan menjamu para tamu yang bersilaturahmi dengan sesepuh.

Tambahan terakhir dalam perayaan Grebeg Besar Demak adalah dimaksudkan untuk mengembangkan pariwisata daerah, yaitu masing-masing berupa selamatan Tumpeng Sembilan (yang dimunculkan tahun 1972) dan Iring-iringan Prajurit Patang Puluhan, pengawal minyak jamas dari pendopo kabupaten menuju makam Sunan Kalijaga (yang diadakan sejak tahun 1974).

Dengan demikian tujuan penyelenggaraan Grebeg Besar Demak selain untuk mengenang jasa para wali, dengan melanjutkan perjuangan dakwah Islam, juga untuk melestarikan nilai sejarah dan mengembangkan pariwisata daerah.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer