BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Kodim Demak ikuti Temu Tokoh Tani Organic dan Penghijauan Pantai
Kodim Demak ikuti Temu Tokoh Tani Organic dan Penghijauan Pantai

Kodim Demak ikuti Temu Tokoh Tani Organic dan Penghijauan Pantai

KODIM 0716 DEMAK–Pertanian organik kini tengah menjadi pilihan para petani. Ditengah mahalnya pupuk kimia yang juga dianggap sebagai pemutus mata rantai kesuburan tanah, tani organik sangat mencerahkan. Maka ketika tanggal  10 September 2015 telah dilaksanakanTemu Tokoh tani organik dan penghijauan pantai  di Miracle Healing Centre komplek marina  semarang.

Turut hadir sebagai narasumber Bpk supardiman dr pengelola MHC Marina semarang, Bpk Ahmad  Syafii dr salaman magelang,Gus Nuril dr semarang ,Letjen Purn Bibit Waluyo.Acara pertemuan tersebut juga dihadiri Bpk Agus Riyanto Msi dr Dinas lingkungan Hidup Prop Jateng,Bpk Joko Sutrisno dari Sekda Prop jateng.

Dalam temu kali ini Kodim 0716/Demak yang diwakili oleh Kapten Inf Edy Suwarso  beserta jajaran TNI khususnya Kodam IV/Diponegoro juga di hadirkan untuk membahas masalah ini bersama kelompok tani dan unsur SKPD Semarang,lebih kurang 150 orang peserta yang membahas tentang komitmen untuk terus mendukung aktivitas positif bagi bumi, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk melakukan aksi tanam pohon.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat serta kepedulian semua pihak terhadap lingkungan, khususnya menyelamatkan lahan kritis makin meningkat dan Kembali mengenalkan pupuk organik karena sekarang banyak petani yang menggunakan pupuk non orgnik.

Dikawasan Marina yang dulu laut namun dapat diubah menjadi lahan yang subur dengan menggunakan pupuk organik,diharapkan agar para petani dapat beralih dari penggunaan pupuk non organik ke pupuk organik.

Pengembangan Pupuk organik tersebut, memberikan gairah baru bagi petani organik. Karena produksinya, mengalami peningkatan cukup tajam. Semula ketika menggunakan pupuk kimia, rata-rata produksi padi lima ton gabah kering. Sedangkan, hasil padi organik mencapai delapan sampai sepuluh ton. “Lonjakan tersebul membuat petani semakin bersemangat untuk mengembangkan usaha padi..

Biaya produksi juga semakin murah. Petani yang menggunakan pupuk or­ganik, secara perlahan akhirnya melepaskan ketergantungan dari pupuk kimia. Bahkan, padi organik dari kelompok tani ini, sebagian besar dieskpor keluar negeri. Harga jual berasnya organik lebih mahal ketimbang beras biasa yang menggunakan non organik.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer