BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Koramil 05 Mijen Karbak Tanggul Sungai Wulan
Koramil 05 Mijen Karbak Tanggul Sungai Wulan

Koramil 05 Mijen Karbak Tanggul Sungai Wulan

Personel Koramil 05 Mijen diterjunkan untuk membantu memperbaiki amblesnya tanggul Sungai Wulan. Sedikitnya, dua titik tanggul sungai itu yang segera mendapat penanganan. Hal itu disampaikan Dandim 0716/Demak, Letkol Inf Nanang T.T Wibisono S.A.P melalui Danramil Mijen, Kapten Arm Sukartiyo, kemarin.

Kedua titik tanggul kritis ini berada di Dukuh Ngemplak, Desa Jleper, Kecamatan Mijen. ‘’Perbaikan tanggul dilakukan secara manual dengan diberi pancangan batu sebelum dilakukan penambalan. Lalu karung pasir di atasnya ditahan menggunakan bambu-bambu yang diikat dengan kawat,’’ ujarnya.

Tanggul Sungai Wulan yang melintasi Kecamatan Kecamatan Mijen, Demak terus dipantau. Pasalnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tanggul sungai tersebut rawan retak.

Pemantauan daerah rawan bencana di wilayah perbatasan tersebut terus dipantau lantaran kejadian bencana di salah satu daerah wilayah itu, akan berdampak pada wilayah lainnya. Khususnya dalam penanganan korban. Pengalaman bencana sebelumnya, tanggul Sungai Wulan yang jebol di daerah Mijen, mengakibatkan gelombang pengungsi ke wilayah Welahan.

Selain itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tanggul Sungai Wulan di Desa Jleper dan Ngelo Kecamatan Mijen mengalami keretakan. Sejumlah titik yang pernah dibeton dilaporkan ambles.

“Kami belum memperoleh informasi soal itu. Tapi prinsipnya, tanggul sungai di wilayah perbatasan tersebut memang terus kami pantau. Kami sudah melakukan kordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak,” terang Kepala BPBD Demak Anjar Gunadi melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Suprapto, Sabtu(19/12).

Anggaran perbaikan tanggul ini dari swadaya. Adapun karung pasirnya dibantu BPBD sebanyak 4.000 zak. Pihak desa menilai perbaikan secara swadaya ini lebih didasarkan faktor keselamatan. Sebab, bila menunggu bantuan dari pemerintah maka tragedi banjir bandang akibta jebolnya tanggul Sungai Wulan tahun lalu bisa terulang kembali. Adapun kondisi kritisnya dua tanggul ini bervariasi dengan panjang berkisar antara 15 meter sampai 25 meter dan kedalaman sekitar dua meter. Satu dari dua tanggul tersebut mengalami ambles.

Adapun satu titik lainnya tergerus sungai. Titik Lain Selain dua titik tersebut, masih ada titik-titik lainnya yang kritis. Namun jika dilihat dari tingkat keparahannya, keduanya mendesak untuk diperbaiki. Perbaikan kedua tanggul ini memakan waktu hingga 10 hari. Disinggung kendala selama perbaikan tanggul, kesulitan seputar mendapatkan material tanah untuk isian karung. ‘’Selain di Desa Jleper, perbaikan tanggul kritis secara permanen sudah dilakukan pihak balai besar wilayah sungai (BBWS) pada empat titik yang tersebar di Desa Mijen, Desa Pasir, dan Desa Gempolsongo”, terangnya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer