BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Koramil 05/Ampel Melaksanakan Penanaman Padi
Koramil 05/Ampel Melaksanakan Penanaman Padi

Koramil 05/Ampel Melaksanakan Penanaman Padi

Koramil 05/Ampel Kodim 0724/Boyolali melaksanakan kegiatan tanam padi sistem jajar legowo 2 :1.Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Ramil 05/Ampel Kapten Arm Joko Priyanto dilaksanakan di lahan milik Bp Sumeri ,Dk Kerep Ds Gondangslamet Kec. Ampel dengan luas 300 M2 jenis padi Ciherang.Senin (22/8). 
Istilah Legowo bersumber dari bahasa Jawa, yaitu “Lego” berarti luas dan “Dowo” berarti panjang. Istilah tersebut kemudian diadopsi dan diterapkan pada sistem tanam padi sawah dengan lorong yang luas pada tanaman padi serta memanjang sepanjang barisan tanaman. Sistem tanam padi jajar legowo kini semakin terkenal dan termasuk salah satu dari komponen teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah yang terus di galakan pemerintah untuk mendukung target swasembada pangan nasional.

Sistem tanam padi jajar legowo, memiliki variasi antara lain: legowo 2:1, 3:1, 4:1, dan 5:1. Berdasarkan hasil penelitian jenis legowo yang direkomendasikan adalah yang menggunakan legowo 2 : 1. Jarak tanam disesuaikan dengan kondisi lahan dan kesuburan tanah di masing-masing lokasi berdasarkan uji tanah. Pada lahan yang sangat subur memakai jarak tanam antar barisan 25 cm, dalam barisan 12,5 cm, dan antar legowo 50 cm. Pada lahan yang kuran subur jarak tanam lebih lebar, yaitu antar barisan 30 cm, dalam barisan 15 cm, dan antar legowo 40 cm, atau bisa juga dengan antar barisan 20 cm dalam barisan 20 cm dan antar legowo 40 cm.

Disela-sela kegiatan Danramil 05/Ampel mengatakan, bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan oleh Koramil05/Ampel beserta jajarannya, sebagai salah satu bentuk tanggungjawab Apter dalam rangka meningkatan ketahanan pangan. Masih menurut Danramil, kelebihan sistem tanam jajar legowo yang variasi 2 : 1 adalah: Populasi/rumpun tanaman akan bertambah sekitar 30%, seluruh barisan padi berada di pinggir, maka penyinaran matahari optimal, sirkulasi udara akan lebih lancar dan optimal, sehingga mengurangi resiko penyakit akibat jamur dan bakteri yang menghedaki kelembaban tinggi seperti Kresek (Hawar Daun Bakteri), mudah dalam pemeliharaan khususnya pemupukan, penyiangan, dan perawatan, megendalikan hama tikus, dan mampu meningkatkan produktivitas 7 – 15%.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer