BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / KORAMIL 13/KEDUNGBANTENG KODIM 0712/TEGAL MEMBANTU PETANI DALAM PEMUPUKAN TANAMAN PADI.
KORAMIL 13/KEDUNGBANTENG KODIM 0712/TEGAL MEMBANTU PETANI DALAM PEMUPUKAN TANAMAN PADI.

KORAMIL 13/KEDUNGBANTENG KODIM 0712/TEGAL MEMBANTU PETANI DALAM PEMUPUKAN TANAMAN PADI.

Anggota Koramil 13/Dungteng Dim 0712/Tegal membantu para petani dalam pemupukan padi di sawah garapan bapak guntur Suharso Anggota kelompok tani SUMBER REJEKI Desa Kedungbaneng Kecamatan kedungbanteng kabupaten Tegal,giat tersebut di pimpin langsung oleh Bamin komsos Pelda Sahlan Purba,tanaman padi yang di pupuk seluas 7500 M dengan varitas padi jenis ciherang dengan sistim tanam jajar legowo.( senin,08 agustus 2016 ).

Kepala BP3K Kecamatan kedungbanteng Ir Ristiyanto menyampaikan seringkali ditemukan petani mengeluhkan turunnya hasil panen padahal sudah memupuk tanamannya. Pemupukan secara berlebih itu dinilai sebagai warisan kebiasaan lama dan dilakukan turun temurun. Padahal tanpa disadari grafik produksi mengalami penurunan, tetapi bukannya menghentikan pupuk kimia, petani justru menambah dosis. Pelan-pelan marilah kita ajak petani untuk meninggalkan kebiasaan selama ini yang tidak sepenuhnya tepat. Memang tidak mudah tetapi ayo bersemangat untuk mensosialisasikan pemupukan berimbang.

Apakah pemupukan berimbang itu? Apa kita harus memupuk semua kandungan dg takaran yang sama ?. Tentunya yang di maksud pemupukan berimbang disini bukan seperti itu,Pengertian dari pemupukan berimbang adalah pemupukan yang dilandasi dengan kebutuhan akan unsur makro dan mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman. Unsur hara makro adalah unsur yang di butuhkan oleh tanaman dengan jumlah yang relatif besar seperti N, P, K. sedangkan unsur mikro adalah unsur yang dibutuhkan tanaman yang relatif sedikit contohnya Fn. Br dll. Dengan demikian, prinsip berimbang dalam pemupukan padi sawah adalah keseimbangan antara ketersediaan hara yang ada dalam media tumbuh ( tanah sawah) dan kebutuhannya bagi tanaman padi. Oleh karena itu jenis dan dosis pupuk yang ditambahkan harus sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman, sehingga tidak bisa disama ratakan tetapi berdasarkan spesifik lokasi.

Pemupukan berimbang dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis pupuk tunggal yang dicampur secara sederhana (simple blending), dicampur secara mekanis (mechanical blending) atau melalui teknologi pencampuran secara kimia (chemical blending) yang disebut pupuk majemuk/compound dengan formula tertentu.

Dosis pupuk yang berimbang dibuat atas dasar beberapa pertimbangan antara lain;
1. Jumlah hara yang terangkut oleh hasil panen.
2. Jumlah hara yang terimmobilisasi dalam batang, cabang, pelepah/daun.
3. Jumlah hara yang dikembalikan ke dalam tanah.
4. Jumlah hara yang terfiksasi dan hilang dalam tanah.
5. Jumlah hara yang tersedia dalam tanah.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer