BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Koramil 13/Mungkid Bantu Warga Bojong Keruk Irigasi dan Pasang Bronjong

Koramil 13/Mungkid Bantu Warga Bojong Keruk Irigasi dan Pasang Bronjong

Magelang, Komando Rayon Militer 13 Mungkid bersama warga Desa Bojong melaksanakan kerja bhakti pemasangan bronjong dan normalisasi irigasisi di Dusun Pasekan, Desa Gondowangi Sawangan, Sabtu (18/4). Komandan Koramil 13 Mungkid Kapten Arm Suryo Wibowo mengerahkan seluruh personelnya dan 1 peleton personel Kodim 0705/Magelang.

Saluran irigasi yang menginduk langsung dari Sungai Pabelan ini sudah terjadi pendangkalan akibat erupsi Merapi. Agar air dari Sungai Pabelan bisa masuk ke irigasi, maka dipinggir sungai Pabelan yang tepat berada di Pasekan ini dibuat penghambat air secara manual. Tujuannya adalah agar air tidak mengikuti arus sungai, namun aliran bisa berbelok dan masuk ke saluran irigasi.

Prajurit Kodim 0705/Magelang bahu membahu bersama warga Bojong mengumpulkan batu sebagai bahan pengisi bronjong untuk penahan air dan melaksanakan pengerukan irigasi.

Kapten Arm Suro menuturkan bahwa selama ini Koramil Mungkid selalu melakukan pendampingan kepada warga binaanya, termasuk pada bidang pertanian. Koordinasi dan kerja sama koramil dan petani itu bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian sehingga akan mencapai swasembada pangan.

Selain bantuan personel, Kodim 0705/Magelang juga menyerahkan bantuan alat kerja berupa cangkul, sekop dan linggis kepada warga Desa Bojong. Juga diberikan bantuan logistik beupa makanan untuk masyarakat yang sedang melaksanakan kerja bhakti tersebut. Bantuan diserahkan oleh Pasiter Kodim 0705/Magelang Kapten Inf Puji Basuki.

“Ini adalah wujud dari kebersamaan TNI-Rakyat  dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat” ungkap Kapten Suryo.

Menurut Kades Bojong, Sukaemi Widodo menjelaskan bahwa saluran irigasi ini mengairi persawahan di 7 desa meliputi Desa Gondowangi, Desa Pagersari, Desa Bojong, Kelurahan Mungkid, Desa Rambeanak, Desa Paremono dan Desa Pabelan.
Areal persawahan seluas 1.920 Ha di tujuh desa tersebut  sangat bergantung pada saluran irigasi ini.

Pendangkalan dan kerusakan bendungan akibat erupsi Merapi 2010 sampai sekarang belum pernah diperbaiki. Karena sangat membutuhkan air, maka para petani Bojong, Paremono, Mungkid berinisiatif mengeruk irigasi dan membuat penghambat air sungai Pabelan, agar air bisa mengalir ke saluran irigasi.

“Irigasi ini sangat berfungsi, kalau tidak ada air dari sini petani akan menjerit” ujar Kades.

Irigasi merupakan sumber air yang sangat vital bagi petani di tujuh desa tersebut.
“Kami sudah menunggu lebih dari 5 tahun, tapi pembangunan dam belum terealisasi” imbuh Sukaemi.

Sukaemi juga menambahkan bahwa pemerintah akan membangun Bendung Pasekan di Pasekan. Kini masyarakat sedang menunggu realisasinya.  Kepala Desa Bojong sangat berterimakasih kepada Danramil Mungkid yang sudah peduli kepada warganya. Apalagi ini merupakan usaha untuk meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Magelang.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer