BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Korban Tewas Longsor Banjarnegara Jadi 90 Orang, 18 Masih Hilang
Korban Tewas Longsor Banjarnegara Jadi 90 Orang, 18 Masih Hilang

Korban Tewas Longsor Banjarnegara Jadi 90 Orang, 18 Masih Hilang

TNI menerjunkan 1.353 personel, pencarian korban longsor Banjarnegara. Sedangkan relawan berjumlah mencapai 2.000 orang. Jumlah korban tewas bencana alam tanah longsor di Dusun Jemblung Desa Sampang Kec. Karangkobar Kab. Banjarnegara kini mencapai 90 orang, sementara 18 orang warga lainnya masih belum diketemukan.

Dari data yang terhimpun hingga Jumat (19/12) pukul 12.00 WIB, korban meninggal dunia sebanyak 90 orang terdiri dari laki-laki 51 orang dan perempuan 39 orang dan 18 orang masih belum diketemukan hingga saat ini. Jenazah diketemukan di dekat jalan raya Banjarnegara-Pekalongan yang tertimbun longsor, sedangkan yang lainnya ditemukan di sektor II atau bagian bawah tempat 35 rumah yang tertimbun longsor.

Bupati Banjarnegara menegaskan bahwa masa tanggap darurat bencana alam tanah longsor telah ditetapkan sejak  tanggal 8-21 Desember 2014. Artinya sebelum kejadian longsor di Dusun Jemblung, Pemda Banjarnegara sudah dalam masa darurat karena ada kejadian longsor di Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Pejawaran dan Kecamatan Sigaluh.

Pada kesempatan lainnya, Kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan Dandim 0704/Bna untuk mendata ulang warga diluar Dusun Jemblung yang hilang untuk memastikan adanya korban yang berasal dari luar Dusun Jemblung. Sebab berdasarkan informasi dari warga pada saat bersamaan longsor terjadi ada kendaraan yang sedang melintas. Sampai saat ini, pendataan warga korban longsor masih dilakukan. Dengan adanya longsor yang lebih besar di Desa Jemblung, maka konsentrasi penanganan darurat dialihkan di kawasan tersebut.

Dikatakan bahwa, hingga saat ini jumlah pengungsi ada 1.397 jiwa tersebar di 10 titik. TNI dan Polri, Kementerian Sosial bersama BPBD dan relawan telah mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan dasar pengungsi. Kementerian PU dan Perumahan Rakyat mengerahkan 15 alat berat untuk membuka jalan yang tertimbun longsor.

Sementara itu, sebanyak 15 alat berat dikerahkan untuk pembersihan selain itu mobil-mobil tangki air digunakan untuk menyemprot jalan untuk membuka ruas jalan Banjarnegara-Pekalongan. Ruas jalan penghubung Banjarnegara-Pekalongan berhasil dibuka setelah kemarin pada Rabu (17/12) mengalami hambatan dengan terjadinya longsor karena intensitas hujan masih tinggi, namun belum terbuka untuk umum hingga proses pembersihan jalan selesai dan dianggap cukup aman dilalui.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer