BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Korem 071/Wijayakusuma Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam
Korem 071/Wijayakusuma Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam

Korem 071/Wijayakusuma Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam

Banjarnegara – Kepala Staf Korem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd., mewakili Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., secara resmi membuka Latihan Penanggulangan Bencana Alam Tanah Longsor Diwilayah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2019 di Lapangan Tembak Desa Kebutuh Jurang Kec. Pagedongan Kab. Banjarnegara, Selasa (5/11/2019).

Danrem 071/Wijayakusuma melalui amanat tertulisnya yang dibacakan Kasrem menyampaikan, latihan terpadu penanggulangan bencana alam dilaksanakan untuk mendapat gambaran tentang kemampuan dan kesiapsiagaan operasional Kodim 0704/Banjarnegara dalam penanggulangan bencana alam.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk menguji validitas Rencana Tindakan Kontijensi (Rentikon)/Protap dalam rangka perbantuan TNI kepada Pemda serta untuk mensinkronkan langkah dan tindakan TNI dengan Polri, Pemda, BPBD, Ormas, LSM, Relawan dan masyarakat agar terdapat kesamaan visi, persepsi dan interprestasi tentang prosedur dan tindakan teknis dalam penanggulangan bencana alam diwilayah Banjarnegara.

Latihan terpadu penanggulangan bencana alam dengan tema ”Korem 071/Wijayakusuma Melaksanakan Tugas Bantuan Kepada Pemerintah Daerah Dalam Rangka Menanggulangi Bencana Alam Akibat Tanah Longsor di Wilayah Kabupaten Banjarnegara”, diikuti sekitar 190 personel.

“Bencana alam merupakan suatu peristiwa luar biasa yang dapat menimbulkan kerugian bagi kita semua, baik harta benda maupun jiwa. Karena itu, dalam penanganan bencana alam diperlukan langkah-langkah yang cepat, tepat dan terintegritas sehingga bencana alam tersebut dapat tertangani dengan optimal, mulai tahap prabencana, mitigasi dan pasca bencana”, tegas Danrem.

Lebih lanjut Danrem menjelaskan, manajemen bencana sangat diperlukan bagi seluruh stake holder dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran dan tanggap terhadap bencana alam khususnya masyarkat yang berada dikawasan rawan bencana.

“Harus dipersiapkan sejak dini untuk mengantisipasi terjadinya bencana, dengan meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap tanda-tanda alam/gejala-gejala akan terjadinya bencana”, ungkapnya.

Danrem berharap dengan digelarnya latihan ini mampu mengeliminir jatuhnya korban jiwa, termasuk pentingnya pemetaan wilayah-wilayah atau daerah-daerah rawan bencana oleh BPBD. Sehingga masyarakat yang tinggal diwilayah itu akan lebih tanggap dan waspada.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer