BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Korem 071/Wk Gelar Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal
Korem 071/Wk Gelar Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal

Korem 071/Wk Gelar Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal

Berdasarkan data faktual yang diperoleh, perkembangan gerakan balatkom diwilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta khususnya pada saat pemilu pilpres dan wapres tahun 2014 hingga menjelang natal dan tahun baru serta pasca pilkada serentak tahun 2015 ada indikasi meningkat, terutama di wilayah yang pernah menjadi basis G.30.S/PKI, papar Danrem 071/Wk Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M. dalam sambutannya yang disampaikan Kasrem 071/Wk Letkol Inf Jefson Marisano, S. S.I.P. pada Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal berlangsung Selasa (24/11) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wk Jl. Gatot Subroto Sokaraja Banyumas.

Dikatakan Danrem 071/Wk bahwa momentum seperti ini telah dan akan terus dimanfaatkan mereka dengan berbagai cara menimbulkan permasalahan dan konflik. Aktifitas menonjol yang dilakukan dengan memunculkan berbagai jargon, selebaran-selebaran bertujuan menghasut dan memperkeruh situasi serta memperumit masalah sehingga sulit diselesaikan.

Selain hal tersebut, konsolidasipun terus mereka lakukan dengan meningkatkan aktifitas berbagai cara dan modus melakukan kegiatan yang bertentangan norma hukum dan aturan serta membentuk organisasi baru mengatasnamakan rakyat. Padahal sebenarnya maksud dan tujuan perjuangan mereka tetap sama yakni ingin tetap menghidupkan marxisme, leninisme dan komunisme di Indonesia.

Gerakan mereka pada saat ini telah berhasil menyusup keberbagai elemen masyarakat baik parpol, LSM, ormas kepemudaan dan lainnya dan bahkan tidak menutup kemungkinan menyusup ke tubuh pemerintah, ormas keagamaan, TNI dan Polri.

Pada kesempatan yang sama dalam sambutannya, Danrem 071/Wk menyampaikan bahwa salah satu kondisi yang kondusif bagi kegiatan mereka radikal kiri adalah tentang keputusan Mahkamah Konstitusi untuk mencabut Pasal 60 Bab VII Ayat “G” UU Nomor 12 Tahun 2003 tentang larangan bagi eks anggota PKI menjadi calon legislatif.

Melihat hal tersebut, dikatakan Danrem 071/Wk bahwa kondisi seperti ini akan menambah keleluasaan bagi para eks G30S/PKI dan generasi penerusnya untuk dapat menjadi anggota legislatif maupun eksekutif. Kondisi dan situasi seperti itu jelas akan berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan serta merusak sendi-sendi ketatanegaraan dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, dari analisa tersebut dapat kita petik pelajaran bahwa sebagai generasi penerus bangsa, kita harus waspada dan mempunyai kewajiban menyelematkan NKRI dan membangun masa depan bangsa yang lebih baik dengan berorientasi kepada sistem nilai, norma dan kepentingan nasional yang berbasis Pancasila dan UUD 1945 serta Bhinneka Tunggal Ika.

Pembinaan antisipasi balatkom dan paham radikal Makorem 071/Wk dihadiri para Kasirem 071/Wk, para Kabalak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk, Ketua FKPPI Kab. Banyumas beserta anggota FKPPI, para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Makorem 071/Wk maupun Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk dan KBT.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer