BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Korem 071/WK Gelar Sholawat Kebangsaan
Korem 071/WK Gelar Sholawat Kebangsaan

Korem 071/WK Gelar Sholawat Kebangsaan

Ribuan orang memadati Makorem 071/Wk, mereka tidak hanya umat Islam saja akan tetapi umat-umat lainnya seperti Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu serta aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka hadir dalam rangka Sholawat Kebangsaan bersama TNI-Polri, FKUB dan masyarakat untuk memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 (7/8).

Sholawat Kebangsaan Korem 071/Wk bersama K.H. Habib Luthfi Ali bin Yahya ini dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, prajurit TNI, anggota Polri, FKUB Banyumas, serta elemen masyarakat diwilayah Eks Karesidenan Banyumas dan sekitarnya dan bahkan sampai diluar wilayah Eks Karesidenan Banyumas.

Danrem 071/Wk Kolonel Inf Edison, S.E., M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan gagasan dan prakarsa KH. Habib Luthfi Ali bin Yahya pada beberapa kesempatan bertemu, beliau sangat berkomitmen tinggi untuk menjaga keutuhan kita, kebersamaan kita, persatuan dan kesatuan kita.

Kekuatan kita bangsa Indonesia adalah melalui kebersamaan antara TNI, Polri, para ulama dan tokoh agama serta rakyat Indonesia. Oleh karena itu, marilah kita bersatu dan jangan mau kita terpecah belah oleh siapapun.

Diharapkan, apabila ada hal-hal yang terjadi di tengah-tengah kita, jangan cepat emosi ataupun jangan cepat melakukan tindakan yang melanggar aturan nantinya. Sebagai umat beragama, marilah kita selalu menjaga situasi kondusif, damai. Bayangkan apabila kita duduk secara bersama dalam kedamaian, alangkah indahnya Indonesia negeri tercinta ini.

Kita sadari bahwa, kemerdekaan bangsa kita ini diperjuangkan oleh pejuang kita ratusan tahun lamanya. Karena pada saat itu, perjuangan dilakukan oleh daerah-daerah, suku-suku, agama-agama, hancur dan tidak berdaya, diadu domba. Sehingga pada tahun 1908 baru muncul bibit-bibit persatuan dengan munculnya Budi Utomo dan pergerakan pemuda pada tahun 1928. Pada pergerakan pemuda ini, pemuda-pemuda kita baru menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Bangsa Indonesia merdeka, bukan karena satu suku, bukan karena satu agama akan tetapi seluruh rakyat Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FKUB Banyumas Dr. KH. Moh. Roqib  menyampaikan bahwa di Banyumas ini ada forum kerukunan yang dipelopori tokoh-tokoh agama, yang diberi nama FPAUB Forum Persaudaraan Antar Umat Beriman. Menggunakan kalimat beriman, karena forum ini dipelopori dan diikuti oleh komponen seluruh umat beriman dari tokoh muslim, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu dan aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. FPAUB pada waktu itu didirikan, karena adanya kesadaran dari para tokoh agama dan aliran kepercayaan untuk pentingnya bertemu untuk membahas persoalan-persoalan melalui musyawarah, mufakat dengan berbincang secara persaudaraan tanpa harus dilakukan dengan formalitas yang berbelit-belit, prosedural yang panjang tapi diambil membicarakan hal-hal penting dan krusial. Mungkin menurut orang lain, hal ini sangat sulit dilakukan, akan tetapi bagi tokoh agama yang ada di wilayah Banyumas ini mampu menyelesaikan persoalan-persoalan rumit dengan cara sederhana, saling sapa dan berkunjung satu sama lainnya.

Untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut, kebersamaan merupakan hal yang harus terus dipupuk guna menyelesaikan persoalan tersebut, dan musyawarah untuk mencari mufakat guna mengambil keputusan secara bersama.

Di FKUB Banyumas, mempunyai semangat bahwa lebih baik tidak tidur semalaman untuk menyelesaikan persoalan potensi konflik, asalkan pada hari berikutnya kita dapat tidur nyenyak karena kedamaian dapat diciptakan diwilayah ini.

FKUB Banyumas diyakini FKUB pertama di Indonesia, sebelum FKUB itu dibentuk melalui keputusan bersama Menteri Agama dengan Menteri Dalam Negeri pada tahun 2006. FKUB Banyumas telah berdiri sejak 1996, selain punya kantor, FKUB Banyumas juga punya logo, lagu mars, yang tidak dimiliki FKUB Kabupaten lain, selain itu mempunyai buletin dengan nama BENER beda ning rukun, meskipun beda akan tetapi tetap rukun dengan siapapun.

FKUB Banyumas bertekad untuk memberikan yang terbaik melalui forum yang sederhana yang dipandu orang-orang yang sederhana bebas dari parpol, bebas dari kepentingan-kepentingan sesaat. Yang kita pikirkan adalah bagaimana membangun Banyumas ini menjadi tempat yang kondusif bagi semua umat manusia didunia untuk tinggal bersama-sama dengan kekuatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Kuasa, membangun kesejahteraan, kebahagiaan dan ketentraman di negeri tercinta ini khususnya di wilayah Eks Karesidenan Banyumas.

Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein yang diwakili Kepala Kesbanglinmas Didi Rudwiyanto menyampaikan sangat apresiatif dengan terselenggaranya kegiatan Sholawat Kebangsaan ini, dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas situasi dan kondisi kamtibmas di Banyumas yang kondusif, aman dan terkendali.

Karena hal tersebut berkat TNI, Polri dan peran tokoh agama dalam pencerahan umat serta kesadaran warga masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai toleransi dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

“Terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua elemen masyarakat khususnya jajaran TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat atas kerjasamanya, sinergi dan kontribusinya. Saya berharap dengan kerjasama yang harmonis dan bersinergi ini dapat tetap berjalan dengan baik agar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berjalan dengan kondusif dan dinamis di Banyumas”, papar Bupati Banyumas.

Tidak hanya itu, lanjutnya. Kerjasama lain dalam upaya peningkatan ketahanan pangan di Banyumas untuk mendukung program swasembada pangan maupun kegiatan lainnya dalam pembinaan teritorial. Kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan, persaudaraan, kebersamaan, kerukunan dan kekompakan dalam upaya membangun kehidupan yang guyub, rukun, damai, kondusif dan harmonis yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran negara.

Sementara itu, K.H. Habib Luthfi Ali bin Yahya pada penyampaiannya mengatakan bahwa kita duduk bersama ini untuk menunjukkan satu kekuatan yang luar biasa sebagai bekal kita kedepan dalam ikut mengisi kemerdekaan bangsa ini, dan sebagai bagian dari ucapan rasa terima kasih kepada para pendiri bangsa.

“Memang sulit mengucapkan terima kasih, untuk membawa buah itu sangat sulit, memamng teorinya mudah. Contoh riil saja pada malam ini, kita bangga duduk bersama dalam rangka merenungkan jasa pendiri bangsa ini. Mengapa demikian, karena disini adalah mayoriti para generasi muda bangsa. Siapkah kalian menjadi regenerasi penerus bangsa. Untuk menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa, keprihatinan ini karena melihat keberadaan situasi sekarang ini yakni melenturnya handar beni atau mereka memiliki republik ini padahal agama telah memback up kita supaya membangun cinta tanah air”, terangnya.

“Kuful waton minal iman cinta tanah air bagian dari iman, apa sebab. Kalau kita telaah dari atas, sesungguhnya Yang Maha Kuasa telah menjadikan suku bangsa untuk saling mengenal. Mengenal bukan sekedar sebatas kebangsaan”, paparnya.

“Siapa yang menciptakan tanah air dan memberikan tanah air itu kepada manusia, sehingga menjadi suku bangsa masing-masing, bisa mengerti apa makna yang sumbernya hakikat daripada lita arofu bukan sekedar mengenal. Mengenal banyak, kenal sulit. Akan saling menghormati hak-hak bangsa lain tidak akan terjadi intervensi sesama, karena apa menyadari ini pemberian siapa. Pastinya, itulah saling mengenal lita arofu menghargai hak-haknya masing-masing. Dan dunia ini aman tidak akan ada pertempuran. Karena kita saling menjunjung lita arofu, kita kembali pada republik ini. Tanamkan Indonesia tanah air kita dimanapun, tidak sekedar ucapan itu”, lanjutnya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer