BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Korem 071/Wk Kumandangkan Gema Takbir Untuk Kembali Ke Fitrah
Korem 071/Wk Kumandangkan Gema Takbir Untuk Kembali Ke Fitrah

Korem 071/Wk Kumandangkan Gema Takbir Untuk Kembali Ke Fitrah

Gema takbir, tahmid dan tahlil kembali berkumandangterasa menggetarkan relung hati manusia khususnya umat muslim. Tidak diingkari bahwa kebahagiaan dan ketenangan jiwa pada dasarnya hanya dapat ditemui dalam kondisi jiwa pasrah dan patuh terhadap segala bentuk perintah Allah SWT.

Dengan berakhirnya puasa di bulan suci Ramadhan, kini kita telah kembali kepada fitrah yang fitri. Fitri yang benar atau suci. Idul Fitri berarti kembalinya manusia kepada keadaan sucinya atau terbebasnya dari segala noda dan dosa.

Hal tersebut disampaikan Ustad Kusno, Amd dari Pondok Pesantren Miftahussalam Banyumas dalam khotbah Idul Fitri 1436 H yang berlangsung Jumat (17/7) di Lapangan Upacara Makorem 071/Wk Jl. Gatot Subroto Sokaraja Banyumas.

Dikatakan bahwa, sebulan penuh kita menjalankan puasa tujuannya adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa, taat kepada Allah SWT melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Dengan dibimbing oleh Nabi kita, kita jalankan aqidah dan tauhid yang benar pada diri selalu harus di upayakan peningkatan oleh kita, ketakwaan dan ketaatan kita sebagai pondasi utama bagi kehidupan kita. Islam merupakan agama yang telah disempurnakan Allah Ta’ala. Karena Islam sebagai rahmatan lil allamin, semua akan nyaman dan aman dengan Islam.

Akidah yang kuat kita dasarkan pada diri kita masing-masing, jangan sekali-kali pada diri kita dicampur adukan persoalan Allah SWT dengan Tuhan yang lain. Satu sisi mengaku Allah sebagai Tuhannya, disisi lain Allah dicarikan tandingan lain, padahal tidak mungkin karena hanyalah Allah Ta’ala. Hidup, mati, kecukupan, semua permasalahan selesai semua hanya karena Allah Ta’ala dan tidak bagi yang lain.

“Idul fitri yang diberikan kepada kita sekalian yang merupakan nilmat yang kita rasakan mudah-mudahan tidak tercampur oleh hal-hal yang menyekutukan Allah SWT, sebagai contoh ziarah kubur boleh akan tetapi yang tidak boleh adalah melakukan aktifitas ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW”, terangnya.

Kita hormati orang tua, kita taati nasihat yang baik, baktikan selagi orang tua masih hidup, ketika kita meninggal yang bisa sampai hanyalah mohonkan ampun kepadanya. Karena yang sudah dipanggil Allah hanyalah mempertanggungjawabkan pertanyaan-pertanyaan semasa hidupnya.

Yang disebut pemaaf ada tiga hal penting yakni barangsiapa yang merasa didholimi kemudin bisa menghapus didalam hatinya dia memaafkan itulah kata Nabi orang yang pemaaf, orang yang telah minta sesuatu kemudian tidak diberi kemudian membalas dengan pemberian yang baik itulah pemaaf, orang yang sudah lama memutuskan tali silaturahmi dengan kita kemudian menyambung kembali dengan ikhlas lillahi ta’ala.

Sholat Idul Fitri 1436 H dihadiri Danrem 071/Wk Kolonel Inf Edison, S.E., M.M. beserta Ketua Persit Kartika Chandra Koorcab Rem 071 PD IV/Dip dan keluarga, para prajurit dan PNS baik Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk serta para muslimin dan muslimat masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Edison, S.E., M.M. dalam sambutannya sebelum dilaksanakannya Sholat Idul Fitri menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1436 Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada seluruh umat muslim dan muslimat, semoga amal dan ibadah kita mendapat maghfiroh dan diterima Allah SWT.

“Terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir bersama kami untuk melaksanakan sholat Ied bersama, selaku Komandan Korem 071/Wk dan prajurit Korem 071/Wk mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin apabila ada ucapan dan tingkah laku prajurit-prajurit kami yang mungkin kurang berkenan dilapangan. Kami menyadari bahwa kami sebagai prajurit dan juga tidak lepas sebagai manusia biasa yang tidak lepas yang juga mempunyai kekurangan”, papar Danrem 071/Wk.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 071/Wk mengajak dan menghimbau kepada seluruh jamaah sholat Ied agar tidak terpancing oleh hal-hal yang dapat merugikan umat Islam maupun diri kita sendiri.

Dikatakan bahwa, pada saat ini kita melihat umat Islam cenderung dikonotasikan sebagai teroris oleh umat di dunia ini, karena akibat tingkah laku dari oknum atau kelompok tertentu yang mencoreng nama baik Islam. Agama Islam adalah agama yang paling benar, agama yang menyebarkan kasih sayang, agama yang menyebarkan perdamaian yang dijarkan Nabi besar Nabi Muhammad SAW.

Hal itulah yang mengakibatkan orang mau mengikuti agma Islam, itulah yang mengakibatkan agama Islam berkembang di seluruh dunia, rahmatan lil alamin agama yang memberikan keselamatan. Seandainya kita sebagai orang muslim membuat orang menjadi tidak tenang membuat orang ketakutan, itu bukan orang Islam.

Alangkah sedihnya kita pada saat ini, ada beberapa oknum atau orang yang menamakan dirinya sebagai ISIS melakukan kekejaman yang melebihi batas kemanusiaan. Yng seharusnya tidak pantas dilakukan oleh orang Islam.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer