BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / KUNJUNGAN KEPALA PUSAT BATAN RI DI WILAYAH KODIM 0731/KULONPROGO
KUNJUNGAN KEPALA PUSAT BATAN RI DI WILAYAH KODIM 0731/KULONPROGO

KUNJUNGAN KEPALA PUSAT BATAN RI DI WILAYAH KODIM 0731/KULONPROGO

(Wates 28/7/2016). Kelompok Tani Warga Rukun, di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, hari ini mendapat kehormatan dikunjungi Kepala Pusat Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) R.I. Ir. Ruslan. Kunjungan ini terkait dengan Panen Raya dan Temu Lapang Percontohan Perbenihan jenis padi Inpari Sidenuk.
Kegiatan ini dilaksanakan di Bulak Kemendung yang berada di Dusun Kalimenur, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo. Kehadiran Kepala Pusat Batan RI didampingi oleh Kepala BKPP Provinsi DIY Ir. Arofah Nur Indriyanti, Direktur Jogja Benih Ir. Nanang Suwandi dan disambut langsung oleh Kadistanpertahut Kulonprogo Ir. Bambang Tribudiharsono. M.M, Dandim 0731/Kulonprogo diwakili oleh Pasiter Kapten Inf Wiyono, Kepala Asosiasi Perbenihan Tanaman Pangan Kulonnprogo Ir. Supardi beserta anggota kelompok tani Warga Rukun. Dalam sambutannya Bapak Ka Asosiasi Perbenihan Tanaman Pangan Kulonprogo menyampaikan :
1. Selamat datang dan terima kasih kepada Ka Pusat Batan RI atas kehadirannya di Bulak Kemendung, Pedukuhan Kalimenur, Desa Sukoreno Kec. Sentolo.
2. Lahan yang digunakan untuk percontohan pembenihan varitas Inpari Sidenuk luas 2 ha dengan usia 103 hari.

Kadispertahut Kulonprogo juga menyampaikan :
1. Ucapan terima kasih kepada Ka Pusat Batan RI dan semua pihak yang perhatian dan peduli dengan pertanian di Kulonprogo.
2. Dari hasil percontohan ternyata bulir padi lebih banyak. Dari hasil ubinan per hektarnya menghasilkan 8,16 ton.
3. Harapan kedepan kepada Jogja Benih agar program ini berlanjut atau berkesinambungan.
4. Luas lahan pertanian Kulonprogo 10.276 ha dengan kebutuhan benih 500 ton dan baru bisa memproduksi 200 ton karena dari 15 kelompok pembuat benih hanya 5 kelompok yang aktif.

Dalam kesempatan itu pula dari Jogja Benih menginformasikan bahwa Jogja Benih adalah lembaga non struktural yang dibentuk oleh Gubernur yang bertujuan untuk menggali aspirasi petani akan kebutuhan benih dengan selalu berkonsultasi dengan Distan DIY dan Batan RI. Hasil dari penelitian pembenihan di promosikan kepada seluruh petani agar kedepan bisa memproduksi benih sendiri. Ka Batan RI menyampaikan bahwa kelemahan dari varitas Inpari Sidenuk mudah roboh karena pohonnya yang gemuk tetapi bisa disiasati dengan tanam tajarwo dan penggunaan pupuk yang sesuai. Dari ratusan varietas yang sudah dihasilkan oleh Batan tidak semuanya cocok ditanam karena untuk hasil yang maksimal tempat dan iklim juga menentukan. Demikian rangkaian kegiatan Panen Raya dan Temu Lapang Percontohan Perbenihan jenis padi Inpari Sidenuk di Bulak Kemendung yang berada di Dusun Kalimenur, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo dapat berjalan dengan lancar tertib dan aman.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer