BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Meriahkan HUT TNI, Kodim 0710/Pekalongan Gelar Wayang
Meriahkan HUT TNI, Kodim 0710/Pekalongan Gelar Wayang

Meriahkan HUT TNI, Kodim 0710/Pekalongan Gelar Wayang

Suasana yang berbeda terlihat di lapangan Sorogenen, Kota Pekalongan. Lapangan yang biasanya penuh sesak dengan aktivitas jual-beli burung, Selasa malam (13/10) lalu dipenuhi dengan pengunjung yang hendak menyaksikan pagelaran wayang yang diselenggarakan Kodim 0710/Pekalongan dan komunitas Seni Budaya Pekalongan dalam memeriahkan peringatan HUT TNI yang ke-70 tahun dan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-65 tahun.

Pagelaran wayang tersebut digelar dengan mengambil lakon “Wisanggeni Krida”, sebuah kisah yang menceritakan tentang Wisanggeni, putra Raden Arjuna. Sosok Wisanggeni merupakan ksatria yang sakti mandraguna yang selalu menegakkan kebenaran, membela yang lemah serta teguh dalam mempertahankan kedaulatan negara, bangsa dan agama. Pribadi wisanggeni mempunyai tekad yang kuat dalam mewujudkan jiwa patriotnya, sehingga ia memimpin para pemuda dari keturunan pandhawa untuk menegakkan keadilan. Sehingga ia bersama para pemuda pandhawa bertekad merebut kerajaan astina dari tangan kurawa dan mengembalikannya ke tangan pandhawa.

Sebelum pagelaran wayang kulit digelar, acara tersebut dibuka dengan alunan musik tradisional jawa yang dimainkan oleh siswi-siswi SMA. Dari pantauan lapngan meskipun hanya latihan 2 bulan, namun para siswi SMA tersebut tampak lihai dalam mengalunkan musik tradisional tersebut.

Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf Reza Anom Putranto, SIP dalam sambutannya mengatakan bahwa pagelaran wayang  merupakan salah satu bentuk manunggalnya antara aparat TNI, POLRI, SKPD dan masyarakat.

“Kita pastinya telah mendengar adanya berita insiden pembakaran fasilitas ibadah di Aceh. Saya berharap hal tersbeut tidak terjadi di Kota Pekalongan. Karena kita bisa lihat sendiri dalam kemanunggalan yang ada dimalam hari ini. Adanya berbagai lapisan

masyarakat, TNI, bahkan POLRI bisa guyub rukun. Selain itu juga manunggalnya beberapa etnis dalam satu kesenian yang sering kita kenal dengan Arwana (Arab, Jawa, China)”, kata Dandim.

Salah satu tokoh masyrakat yang mewakili Komunitas Kesenian Masyrakat Pekalongan, Karya Budiman mengatakan bahwa terselengaranya pagelaran wayang tersebut sangat berkontribusi besar terhadap pelestarian budaya. Tidak hanya budaya Jawa saja melainkan budaya Arab dan China juga.

“Adanya kesenian yang mempersatukan tiga etnis, yakni arab, jawa dan china merupakan sejarah baru bagi kita dibidang kesenian,” katanya. Rencananya Yati Pesek diundang, namun berhalangan hadir.

“Meskipun kita tidak dapat menghadirkan Yati Pesek ditengah-tengah kita, namun jangan khawatir, kami telah menghadirkan dua tokoh yang nantinya akan mengocok perut para pengunjung, yaitu Petruk dan Gareng dari Sriwedari” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Dandim juga mengimbau kepada masyarakat terkait Pilkada 2015 agar kondusifitas masyarakat tetap terjaga. “Meskipun kita berbeda-beda dalam pilihan calon pemimpin, namun kita harus tetap kondusif dan menghargai satu sama lain”, imbuhnya.

 

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer