BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Optimalisasi Gerakan Sayang Ibu dan Anak Kab. Sragen
Optimalisasi Gerakan Sayang Ibu dan Anak Kab. Sragen

Optimalisasi Gerakan Sayang Ibu dan Anak Kab. Sragen

Pada hari Selasa (12/5), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen telah dilaksanakan pertemuan dalam rangka Optimalisasi Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) Kabupaten Sragen Tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Dinkes Kabupaten Sragen diikuti sekitar 70 0rang.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ny P Yudo Triwidodo beserta 2 anggota Persit (Ketua Persit Koramil Sambirejo), Ny Suratno beserta 1 anggota Persit (Ketua Persit Koramil, Sambungmacan), Ny Muryana beserta 1 anggota Persit (Wakil Ketua Persit Koramil Ngrampal), Ny Tukimin beserta 1 anggota Persit (Wakil Ketua Persit Koramil Gondang), Ny Sri Rejeki (Kasubag Organisasi Pemberdayaan Perempuan), Ny Budiyanto (TP. PKK Kabupaten Sragen), Ny Agustina (Dinkes Kabupaten Sragen) dan Suparman (Kasi Kesra Gondang).

Adapun Inti dari pengarahan tersebut adalah peningkatan kualitas perempuan dan mengurangi angka kematian pada ibu dan bayi. Masyarakat sebagian besar sudah menyadari pentingnya ASI eksklusif, sehingga tingkat kesehatan ibu dan bayi di Sragen semakin terjaga dan angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan. Guna menyukseskan program GSIB, pihaknya bersama tim selalu menggelar kegiatan optimalisasi GSIB di Kabupaten Sragen.

Selain itu, juga memberikan pembinaan dan pemantauan seputar GSIB, di antaranya, suami siaga, ambulan siaga, senam kehamilan dan posyandu. Ada 5 Pelayanan Dasar di Posyandu, yaitu : Imunisasi, Gizi, Keluarga Berencana, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Penanggulangan Diare. Secara teratur ibu hamil memeriksakan diri di Posyandu, dan membawa anak balitanya untuk pemeriksaan kesehatan (penimbangan anak dan imunisasi). Penyuluhan tentang kesehatan, gizi dan keluarga berencana diadakan di Posyandu, bahkan diadakan pula pemberian makanan tambahan serta demonstrasi tentang makanan bergizi; dan berbagai gerakan tersebut, ternyata masih belum mampu memberikan hasil yang menggembirakan, sehingga kemudian dilakukan terobosan Optimalisasi Program GSI dengan Gerakan Masyarakat Cinta Ibu Hamil (Gemas Tabumil).

Gerakan ini pada dasarnya merupakan gerakan Pendampingan 1 Kader 1 Ibu Hamil, Gerakan Kunjungan Rumah Bumil dengan Komplikasi, serta Gerakan KIE dan Rujukan Dini Berencana (RDB).

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer