BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Optimalisasi Kerukunan Umat Beragama Dalam Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
Optimalisasi Kerukunan Umat Beragama Dalam Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Optimalisasi Kerukunan Umat Beragama Dalam Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Rembang – Berbagai organisasi massa serta tokoh agama dan masyarakat dikumpulkan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam sebuah dialog di Pendapa Museum Kartini, Rabu (2/11/2016) pagi.

Pertemuan ini guna meredam kemungkinan pergerakan massa dari Kabupaten Rembang pada unjuk rasa di Jakarta menuntut Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatasnamakan agama.

“Rembang, alhamdulillah ini kelihatannya aman-aman saja. Tapi kita tidak boleh diam. Perlu ada antisipasi hal yang tidak kita inginkan, meskipun kondisinya aman-aman saja,” ujar Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Koordinasi dan komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Rembang dengan seluruh komponen masyarakat, menurutnya penting, agar segala kemungkinan gangguan keamanan bisa diketahui sejak dini.
Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady S.Ip mengatakan bahwa TNI AD Khususnya kodim 0720 Rembang mempunyai 2 fungsi yaitu OMP (Operasi Militer perang) Dan OMSP (operasi militer selain perang ) dalam Hal Ini Kodim 0720 Rembang Membantu aparat kepolisian dan pemerintah daerah kabupaten rembang yang sifatnya polisioner atau memback up .Tugas tersebut diantaranya menjaga keamanan dan ketertiban nasional dimana leading sektornya adalah Polri

Menurutnya, Inisiasi yang dilaksanakan dengan tujuan menjaga keamanan dan ketertiban agar kab Rembang aman tertib dan lancar serta tidak terpengaruh dengan situasi yang ada secara internasional,regional,maupun nasional.Saat ini iklimnya cukup panas namun sejauh tidak berpengaruh bagi masyarakat Rembang sehingga kondisinya aman tertib dan lancar.Kondisi tersebut bukan hanya tugas TNI/polrinamun tugas setiap individu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang Zainudin Jakfar menyatakan berhusnuzan dengan aksi unjuk rasa di Jakarta yang bertajuk “Aksi Bela Agama II”.

“Demontrasi itu guna mengungkapkan aspirasi. Unjuk rasa bukan untuk anarkhistis. Saya yakin, semua agama mengajarkan kerukunan. Semoga tidak ada sesuatu yang menganggu masyarakat dan negara,” ujarnya.

Abdul Mun’im, warga Desa Sidorejo Kecamatan Sedan yang merupakan salah seorang peserta dialog tersebut berpendapat bahwa aksi unjuk rasa di Jakarta sarat dengan kepentingan politik.

“Dalam menyikapi rencana aksi unjuk rasa di Jakarta, kita mesti mengingat lagi bahwa negara kita berasaskan Pancasila. Kalau soal penyikapan dugaan penistaan agama, penegak hukum sudah memproses,” katanya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer