BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Optimalisasi Lahan di Kabupaten Batang
Optimalisasi Lahan di Kabupaten Batang

Optimalisasi Lahan di Kabupaten Batang

Bertempat di Balai Desa Pungangan Kecamatan Limpung Kabupaten Batang dilaksanakan kegiatan sosialisasi optimalisasi lahan di Kabupaten Batang (11/03/2015) oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Batang kepada para ketua Gapoktan penerima program bantuan Optimasi Lahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Batang Soetadi, SH,MM, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Andiek Prasetyo Awibowo, S.IP, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Batang, Ketua BP2KP Kabupaten Batang, jajaran Muspika Kecamatan Limpung dan Kecamatn Banyuputih, jajaran BP2KP Kecamtan Limpung dan Kecamatan Banyuputih, Perwakilan dan Distributor Pupuk Petrokimia, Kades Pungangan.

Pointers yang disampaikan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Batang pada kegiatan sosialisasi optimalisasi lahan antara lain adalah bahwa Sumber dana pogram optimasi lahan berasal dari dana APBN 2015, besaran dana yang akan diterimakan Rp. 1,2 Jt / Ha dalam bentuk transfer Bansos kepada rekening Gapoktan khusus untuk dibelikan pupuk (organic/nonorganic) dengan terlebih dahulu menyusun (RUK) Rencana Usulan Kegiatan, juga menjelaskan tentang luas lahan penerima bantuan Optimasi lahan di Kabupaten Batang 1500 Ha (terpusat di 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Limpung dan Banyuputih), serta tujuan program Optimasi lahan (Perbaikan kesuburan tanah dan peningkatan produktivitas pertanian), target produksi padi tingkat Kecamatan Limpung 90 ribu ton, tingkat Kabupaten Batang 176 s.d 186 ribu ton dan untuk tingkat Provinsi Jateng 2 Jt ton dengan pencapaian peningkatan minimal 4,4 Ton/Ha atau meningkat 0.3 ton/Ha, dan untuk pencairan dana dilaksanakan pada akhir Maret 2015.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0736/Batang juga menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam program sawsembada pangan ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi, keterlibatan Babinsa dilapangan jangan ditafsirkan yang macam-macam karena hanya bersifat sebagai pendampingan disamping untuk belajar masalah pertanian, bila terdapat penyelewengan jangan ragu untuk melaporkannya kepada Babinsa pendamping dan untuk contoh yang sudah berhasil swasembada pangan adalah di Sulawesi Selatan karena kerjasama dengan TNI/Babinsa.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer