BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Panen di Wilayah Koramil 23 Magelang Utara
Panen di Wilayah Koramil 23 Magelang Utara

Panen di Wilayah Koramil 23 Magelang Utara

Koramil 23/Magelang Utara jajaran Kodim 0705/Magelang melaksanakan kegiatan panen padi membantu masyarakat pertanian Kelompok Tani Padi Jaya Wates Magelang Utara, Senin (10/08). Dalam panen tersebut, sekitar 59,27 kwintal per hektar beras dihasilkan dalam produksi panen kali ini. Angka tersebut didapat dari sample perhitungan pengubinan, dimana setiap ubin sawah dengan panjang 2,5 m x 2,5 m2 hasilnya dikalikan dengan jumlah padi dalam satu ubin, maka didapati hasil 59,27 kwintal per hektar.

Komandan Koramil 23/Magelang, Mayor Czi Suharto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan usaha dalam rangka ketahanan pangan, dimana saat ini TNI terlibat langsung didalamnya. “Selain menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia, TNI  juga berperan menjaga ketahanan dan kestabilan pangan. Salah satunya turut mengawal petani dalam  proses  bercocok  tanam  sekaligus membantu  proses panen,” ucap Suharto.

Suharto menerangkan, hasil panen dapat langsung diperkirakan melalui sistem pengubinan  yang memang sudah diterapkan pada sawah warga oleh Dinas Pertanian setempat dan Badan Pusat Statistik.

“Dengan pengubinan ini sudah dapat diperkiraka hasilnya, minimal mendekati dengan hasil yang ada. Sistem ini sudah dikembangkan oleh dinas terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Badan Pusat Statistik guna mengetahui sejauh mana ketahanan pangan di masyarakat,” terang Suharto.

Ketua Kelompok Tani Padi Jaya, Samsu, mengucapkan terimakasih atas bantuan tenaga dari Koramil 23/Magelang Utara dalam proses produksi pertanian hingga masa panen. “Dengan perhatian dari TNI kami merasa sangat terbantu, termasuk dengan sistem pengubinan yang diterapkan dalam sawah kami,” tutur Samsu.

Pengubinan sendiri bertujuan untuk para petani agar bisa mengetahui perkiraan potensi hasil dari tanaman padi dilahan mereka, hal ini sangat bermanfaat agar petani tidak diperdaya oleh sistem jual ijon. Dimana sistem ijon hanya memperkirakan harga perluasan lahan yang ada. Dengan demikian pertani dapat memperkirakan hasil panennya mendekati hasil panen sesungguhnya, sehingga kerugian petani dapat diminimalisir.

Kasi Pertanian Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kota Magelang, Solikun, menjelaskan hasil pengubinan turut dicatat oleh Badan Pusat Statistik untuk mengetahui peningkatan hasil produksi panen.

“Dengan sistem pengubinan menjadi lebih mudah terpantau, adapun data panen se Kota Magelang sementara ini adalah 58,18 ton,” ungkap Solikun.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer