BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / PANEN PADI KETIGA METODE HAZTON
PANEN PADI KETIGA METODE HAZTON

PANEN PADI KETIGA METODE HAZTON

Teknologi Hazton saat ini sedang booming di kalangan masyarakat pertanian Indonesia, karena teknologi Hazton tersebut dirintis dan telah diterapkan di berbagai kabupaten atau provinsi di Indonesia. Penerapan teknologi Hazton pada umumnya memberikan peningkatan hasil panen sebanyak tiga kali lipat dari yang biasanya.
Kabupaten Banyumas menjadi salah satu daerah yang mencoba metode Hazton dalam budidaya pertanian padi. Pada Selasa 23 Agustus 2016, di desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, diadakan kegiatan panen ketiga teknologi tanam Hazton program wirausaha tani prasejahtera Desa Pegalongan Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas yang dihadiri oleh Kepala Subdirektorat Padi Tadah Hujan dan Lahan Kering Direktorat Budidaya Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan Syafruddin RB, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Erwin Ekagita Yuana, S.I.P, Wakil Bupati Banyumas serta SKPD Kab Banyumas. (23/08/2016)
Hazton adalah pola tanam dengan menggunakan bibit lebih banyak 100-125kg per hektar, masa semai yang lebih lama 25-30 hari dengan pola tanam 2:1 dan jarak tanam 20x25x50 cm.
Metode Hazton sukses diperkenalkan pada tahun 2012 di Kalimantan Barat. Istilah Hazton juga berasal dari singkatan dua penemu metode tersebut yaitu “Haz” dari Ir. H. Hazairin, Ms dan “Ton” dari Anton Kamarudin Sp. M.Si. Metode Hazton memang sedang dipacu oleh pemerintah provinsi Kalbar untuk menembus target lahan sebesar 900 Ha, karena metode dikenal menjanjikan hasil yang berlipat ganda.
Tapi tentu saja metode ini memiliki kekurangan, dimana tidak setiap daerah cocok memakai metode ini sebagaimana dikatakan Syafruddin RB di Patikraja. Oleh karena itu, dia mengaku sengaja datang ke beberapa daerah yang melakukan uji coba metode tanam Hazton guna mengetahui hasil panennya sebelum metode tersebut diterapkan secara nasional.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer