BERITA TERBARU
Home / Berita Utama / Panglima TNI Ungkap Kunci Memutus Rantai Penyebaran Covid-19
Panglima TNI Ungkap Kunci Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Panglima TNI Ungkap Kunci Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Yogyakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. , beserta Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen. Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si. dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. meninjau Isolasi Terpusat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro yang berlokasi di Jl. Samas Km 19 Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kab. Bantul. Sabtu (24/07/2021).

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Kapolda Yogyakarta Irjen. Pol. Drs. Suhendar, M.Si. dan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan, S.IP., M.M. berserta berapa pejabat setempat diantaranya Dandim 0729/Bantul Letkol Inf Agus Indra Gunawan, Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Kadinkes Kab. Bantul Agus Budi Raharja, SKM,. M. Kes, Kepala RSLKC Bambanglipuro dr. Glory dan Forkopimda Bantul turut menyambut kedatangan Panglima TNI beserta rombongan saat tiba di Bandara Lanud Adi Sucipto.

Dalam kunjungannya Panglima TNI menyebutkan bahwa kasus aktif penyebaran Covid-19 di wilayah Indonesia masih terbilang tinggi,oleh sebab itu kerjasama dari semua elemen sangat diperlukan dalam menghadapinya.

Selain itu setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri 2021 kemarin, kasus aktif penyebaran Covid-19 melonjak dengan pesat, oleh sebab itu kejadian tersebut diharapkan tidak terjadi setelah perayaan Idul Adha. TNI-Polri terus melaksanakan tracing, vaksinansi dan pembagian obat termasuk menyiapkan tempat isolasi mandiri dan isolasi terpusat.

“Tracing adalah menjadi kunci untuk memutus mata rantai penularan Covid-19”, ujar Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa pelaksanaan kunjungan tersebut guna mengecek setiap Puskesmas di wilayah Yogyakarta, terkait dengan ada atau tidak tenaga Tracing untuk menerima informasi, notifikasi dari Dinkes untuk melaksanakan Tracing kontak erat kepada pasien yang dilakukan secara wawancara dengan melakukan tes Antigen.

“Yang reaktif akan diberikan perawatan dan yang tidak akan dilakukan karantina selama 4-5 hari, setelah itu akan dilaksanakan Exit Tes dengat PCR”, ungkapnya.

Lebih lanjut ditambahkan apabila jika hasilnya positif maka akan dipisahkan sesuai dengan klasifikasinya, maka dari itu penyiapan tempat isolasi terpusat sangat diperlukan untuk menampung masyarakat yang berdampak. Manfaat isolasi terpusat diantaranya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sebab adanya fasilatas kesehatan yang dilengkapi dengan obat-obatan dan tabung oksigen serta tenaga kesehatan.

Ditambahkan oleh Kabaharkam atas himbauannya agar selalu disiplin protokol kesehatan terkait dengan penularan Covid-19 sebab siapa saja dapat tertular.

“Disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta ikuti program vaksin”, tutupnya.

(Pendam IV/Diponegoro)

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer