BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Pelatihan Keterampilan Budidaya Jahe Merah
Pelatihan Keterampilan Budidaya Jahe Merah

Pelatihan Keterampilan Budidaya Jahe Merah

Puluhan kelompok tani Sari Tani dan Rejosari serta kelompok wanita Tani Sekar Sari Desa Kemantran Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal mendapatkan pelatihan ketrampilan  pengembangan budidaya jahe merah oleh Dinas Tanbunhut Kabupaten Tegal, Selasa (14/4).

Hadir dalam acara tersebut Kabid Pemasaran Dinas Tanbunhut Kabupaten Tegal Astono, Danramil 06/Kramat Kapten Inf Suswantoro, Kepala UPTD Tanbunhut Kecamatan Kramat Maliki dan Kepala Bp3k Kecamatan Kramat Tarnyono serta Carik Desa Kemantran Umi Azizah, dengan narasumber Suprapto.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk menambah ilmu juga meningkatkan ekonomi terutama bagi anggota kelompok tani. Jahe merah ini prospeknya sangat bagus, disamping biaya produksi murah juga pemeliharaanya tidak rumit. Bisa memakai polibek kalau terbatasnya lahan juga sebaliknya memakai lahan yang ada,” ungkap Kepala Bp3k Kecamatan Kramat Tarnyono.

Menurutnya, dalam pengembangan jahe merah ini, tidak akan setengah-setengah dalam memberikan pendampingan. Setidaknya para petani dari Desa Kemantran akan selalu mendapatkan pemantauan dan pengarahan agar hasil panennya bisa maksimal.

Dalam kesempatan ini Dinas Tanbunhut memberi bantuan 150 kg bibit jahe merah dan 1500 kg pupuk organik diharapkan bantuan ini bisa dikembangkan menjadi produksi jahe yang bisa menambah penghasilan anggota kelompok tani.

“Budidaya jahe merah, karena saat ini komoditas itu sedang  tren dan harganya cukup menjanjikan dibandingkan jahe biasa,” kata Kabid Pemasaran Dinas Tanbunhut Kabupaten Tegal Astono.

Hasil dari pelatihan ini akan dikembangkan kepada warga masyarakat yang masuk kategori Rumah Tangga Miskin (RTM) untuk meningkatkan derajat kehidupannya.

Danramil 06/Kramat Kapten Inf Suswantoro menyampaikan, para peserta agar selalu semangat dalam mengikuti setiap program pemerintah khususnya bidang pertanian. Bantuan dari pemerintah jangan disia-siakan tapi agar bisa dimaximalkan pemanfaatannya. Hasilnya bukan orang lain yang merasakan tapi anggota kelompok tani sendiri yang merasakan.

“Para anggota Kelompok Wanita Tani senantiasa harus mengembangkan potensi kelompok terkait dengan ketrampilan dan pengetahuan di bidang pertanian, sehingga ke depan dapat lebih meningkatkan produk yang digelutinya yang pada gilirannya nanti akan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompokitu sendiri,” jelas Danramil.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer