BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / PELATIHAN TAGANA OLEH BABINSA KORAMIL 05 CANDIROTO DIM 0706/TMG
PELATIHAN TAGANA OLEH BABINSA KORAMIL 05 CANDIROTO DIM 0706/TMG

PELATIHAN TAGANA OLEH BABINSA KORAMIL 05 CANDIROTO DIM 0706/TMG

Sertu Rustamaji dibantu Serka Joko Ariyadi Babinsa Desa Larangan Luwok Ramil 05 Dim 0706/Tmg dan di dampingi kepala desa Larangan luwok bapak Suroyo memberikan pelatihan TAGANA (Taruna siaga bencana) kepada para pemuda di aula balai desa Larangan luwok kemarin, Selasa (26/07/2016). 
Kepala desa Larangan luwok menyampaikan,selamat datang kepada para pemuda peserta TAGANA,semoga kehadiran saudara disini bisa menimba ilmu dan mempunyai jiwa rela berkorban demi kemanusiaan untuk kemajuan desa kita,oleh sebab itu dengarkan dan catat materi yang disampaikan oleh bapak BABINSA “pintanya”
Sebelum ke pokok materi BABINSA memberikan apresiasi kepada para pemuda yang antosias dalam kegiatan ini,TAGANA adalah organisasi yang berbasis masyarakat yang bekerja tanpa pamrih dalam bidang kemanusiaan,dia hadir bukan untuk digaji apalagi dipuji,kehadiran TAGANA untuk melindungi,mengamankan,menyampaikan aspirasi para korban bencana”tandasnya” Saya jadi teringat,kata-kata motifasi Presiden kita bapak IR Sukarno dalam pidatohnya,beri saya seribu orang tua maka saya akan mencabut gunung semeru dari akarnya,dan beri saya sepuluh pemuda maka saya akan menggoncang dunia,begitu pentingnya peran pemuda disuatu negara,di suatu daerah,disuatu desa,karena pemuda adalah agen perubahan,karena pemuda adalah agen pembangunan”katanya”.

Babinsa sertu Rustamaji menyampaikan,TAGANA adalah Taruna siaga bencana yang ditetapkan dilembang jawa barat pada tahun 2006 di mana waktu itu Indonesia banyak sekali mengalami bencana alam di penjuru negeri ini,oleh karena itu organisasi masyarakat ini mempunyai inisiatif bahwa bencana itu bukan milik daerah,bukan milik pemerintah saja,bencana alam adalah bencana nasional yang artinya tugas kita semua,”paparnya”.
Pembentukan dan pelatihan TAGANA yang kita lakukan kepada para pemuda desa Larangan luwok untuk memberdayakan generasi muda dalam berbagai aspek penanggulangan bencana khususnya yang berbasis masyarakat. Materi yang diberikan berupa materi pengetahuan dan ketrampilan antara lain : Pengetahuan tentang bencana alam, pengetahuan tentang bencana non alam/bencana yang diakibatkan oleh manusia, Mengenal tanda-tanda bencana alam, Langkah-langkah yang diambil pasca bencana,Tips untuk menekan bencana alam, cara menolong korban bencana, kegitan di pengungsian. Materi tersebut nantinya menjadi bekal para pemuda desa Larangan luwok melaksanakan tugas apabila di daerah kita terjadi bencana.
Harapan babinsa kegiatan ini menjadi contoh untuk pemuda di daerah-daerah lain umumnya di kabupaten Temanggung.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer