BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Pengawalan dan Pendampingan Babinsa Kodim 0716 Demak dalam penanaman Jagung
Pengawalan dan Pendampingan Babinsa Kodim 0716 Demak dalam penanaman Jagung

Pengawalan dan Pendampingan Babinsa Kodim 0716 Demak dalam penanaman Jagung

Jagung merupakan komoditi tanaman pangan yang memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan sehingga dari sisi Ketahanan Pangan Nasional fungsinya menjadi amat penting dan strategis.

Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan jagung yang terus meningkat,maka  pemerintah telah menetapkan Pencapaian Swasembada Berkelanjutan jagung yang harus dicapai dalam waktu 3 (tiga) tahun yang bekerjasama dengan TNI khususnya Babinsa yang mempunyai peranan penting dalam dalam swasembada pangan nasional.

Adapun Dalam hal ini strategi yang dilakukan oleh Babinsa adalah membantu UPSUS pendampingan seperti yang di lakukan Babinsa Kodim 0716/Demak yang sedang menyirami jagung yang ada di anggota kelompok Ngupoyo Tani Desa Brumbung Kecamatan Mranggen sebagai komoditas jagung di wilayah Demak.Senin(28/09)

Sasaran tahun 2015 awalnya sebesar 20,31 juta ton pipil kering, namun adanya percepatan menjadi 25,03 juta ton pipil kering. Untuk pencapaian swasembada berkelanjutan tersebut diperlukan upaya peningkatan produksi yang luar biasa. Oleh karena itu diperlukan perhatian dari berbagai pihak, mengingat banyak kendala harus diatasi dan berbagai tantangan harus diantisipasi seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN yang merupakan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi menuntut agar barang, jasa dan SDM Indonesia mampu bersaing dengan negara lain; otonomi daerah; perubahan pola konsumsi; dan dinamika pasar pangan.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produksi, salah satu di antaranya pendampingan dan pengawalan. Pengawalan dan pendampingan menjadi unsur penting dalam menggerakkan para petani untuk dapat menyiapkan teknologi. Penyuluh, Babinsa dan mahasiswa merupakan salah satu penggerak bagi para petani (pelaku utama). Penyuluh, Babinsa dan mahasiswa dapat berperan sebagai komunikator, fasilitator, advisor, motivator, edukator, organisator dan dinamisator melalui pengawalan dan pendampingan kegiatan UPSUS (Upaya Khusus) peningkatan produksi jagung dalam pencapaian swasembada berkelanjutan.
Tanaman jagung ini sangat cocok dikembangkan di Demak, karena tahan terhadap lahan kering. Kondisi itu menguntungkan, terutama di lahan pertanian yang mengandalkan tadah hujan, di samping tanamannya tergolong tahan penyakit apalagi sekarang sedang mengalami kekeringan di wilayah kab.Demak

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer