BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Pengolahan Ikan Gastor Menjadi Ikan Asin Gastor Dapat Menjadi Tambahan Pendapatan Warga Tomerau
Pengolahan Ikan Gastor Menjadi Ikan Asin Gastor Dapat Menjadi Tambahan Pendapatan Warga Tomerau

Pengolahan Ikan Gastor Menjadi Ikan Asin Gastor Dapat Menjadi Tambahan Pendapatan Warga Tomerau

Ikan gabus merupakan jenis ikan yang tidak banyak dibudidayakan, Ikan gabus juga dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah di Indonesia, di antaranya; ikan kotes atau kutuk(jawa), ikan kocolan (Betawi), ikan haruan atau bogo (Sunda), bocek (Riau), licingan, kobus, ikan Gastor (Papua) dan lain-lain . Ikan Gabus atau Gastor ditemukan banyak hidup secara liar di banyak daerah di Merauke, Papua. Ikan gabus yang dikenal sebagai ikan predator ini banyak ditemukan di danau, sungai, parit, rawa-rawa, dan persawahan di kampung Bokem, Kuler, Tomer juga termasuk daerah Tomerau distrik Neukenjerai, Merauke.

Pada musim kemarau parit-parit dan rawa-rawa di daerah tersebut sudah berkurang airnya dan bahkan hampir hanya menyisakan lumpur di beberapa tempat. Ikan Gastor banyak terdapat di parit dan rawa-rawa tersebut, warga setempat terbiasa mengambil ikan Gastor itu secukupnya terbatas untuk dikonsumsi keluarganya saja karena bila mengambil untuk dijual di daerah itu menjadi sangat murah sebab di daerah tersebut banyak terdapat ikan Gastor di musim kemarau. Tetapi bila dijual ke kota Merauke memerlukan biaya transportasi yang cukup mahal karena jarak Merauke dengan kampung-kampung itu lumayan jauh.

Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagai peluang yang baik bagi Anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/Padmakusuma Pos Tomerau untuk lebih mendekat dengan warga masyarakat di lingkungannya. Yaitu sebagai implementasi Program Keluarga Asuh, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/Padmakusuma Pos Tomerau memberikan bimbingan kepada masyarakat desa Tomerau tentang cara pembuatan ikan asin dengan bahan pokok ikan Gastor tersebut.

Bimbingan dan pembuatan ikan asin Gastor (Gabus Toraja) dipusatkan di pekarangan rumah seorang warga yaitu Mama Marta. Dengan kegiatan tersebut diharapkan masyarakat dapat menambah penghasilan keluarganya. Lama pembuatan ikan asin sekitar 7 hari atau satu minggu. Ikan Gastor yang diasinkan dijual ke kota Merauke dengan harga berkisar Rp. 25.000,- hingga Rp. 27.000,- per kilogram. Apabila ikan asin Gastor yang sudah kering mencapai 200 kg maka segera dipersiapkan untuk dijual ke Merauke.

“Pos membantu mulai dari mencari ikan gabus di sungai dan rawa, pembersihan ikan, menjemur ikan yang telah diasinkan hingga menjadi ikan asin selama kurang lebih satu minggu. Kita ajari masyarakat cara pembuatan ikan asin hingga masyarakat bisa mandiri. Kita buatkan para-para untuk menjemur ikan asin juga. Kebetulan ada anggota pos, Kopral Victor dan Kopral Muslim, yang mengerti cara membuat ikan asin, sehingga bimbingan ini dapat terlaksana dengan baik” demikian disampaikan Danpos Tomerau Satgas Yonif 407/PK Serka Azis.

Tidak semua masyarakat kampung Tomerau membuat ikan asin, tetapi ada beberapa masyarakat yang rajin mencari ikan Gastor untuk dijual ke tetangga yang membuat ikan asin Gastor ini. Bila tidak mencari ikan Gastor sendiri, Mama Marta biasa beli ikan Gastor dari tetangganya dengan harga berkisar Rp. 8.000,- hingga Rp. 10.000,- per kilonya.

Ikan Gabus dengan sebutan ilmiahnya Ophiocephalus striatus dan channa striata memiliki ciri-ciri umum berbentuk badan bulat memanjang, punggung bulat, kepala pipih mirip ular, warna badan hitam dengan perut putih atau krem dan memiliki sirip ekor yang membulat setengah lingkaran. Dalam bahasa inggris, ikan predator air tawar ini disebut dengan Snake head. Ikan Gabus merupakan sumber protein yang sangat baik bahkan ikan gabus diketahui memiliki kandungan gizi lebih banyak dari ikan jenis lain, misal kandungan proteinnya. Ikan Gabus juga dikenal mengandung albumin dan mineral zinc(Zn) pada dagingnya dan dikenal dapat membantu proses penyembuhan luka yang lebih baik.

Semoga produksi pemanfaatan Ikan Gastor menjadi Ikan Asin Gastor tersebut dapat berlangsung terus dan bisa menjadi penghasilan tambahan untuk warga masyarakat Tomerau.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer