BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Penyelundup Pupuk Ditangkap

Penyelundup Pupuk Ditangkap

DEMAK – Aparat Kodim 0716/Demak menggagalkan penyelundupan puluhan ton pupuk bersubsidi yang akan dikirim ke luar Jawa. Sedikitnya 32 ton pupuk diamankan di jalan lingkar Demak-Kudus.

Pupuk bersubsidi seharusnya dijual di daerah atau zona yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, tidak boleh dijual ke daerah lain. Penjualan tak berizin ke daerah lain biasa disebut dengan penyelundupan.

Dandim 0716//Demak Letkol Inf Ari Aryanto menyampaikan, informasi penyelundupan pupuk bersubsidi ini berasal dari kesatuan internal TNI. Informasinya, ada warga Desa Sari, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, yang mengaku bernama Kasmadi, membawa pupuk bersubsidi dan tertangkap di Pati.

“Setelah kami koordinasikan dengan anggota Intel Kodim Pati, benar ada penangkapan distributor pupuk bersubsidi dari Demak,” ujar Ari Aryanto didampingi Pasiter Kapten Karmadi, Minggu (8/2).

Hanya, lanjutnya, identitas penyalur pupuk bersubsidi yang ditangkap itu bukanlah bernama Kasmadi, melainkan Sodikin, warga Desa Kramat, Kecamatan Dempet.

Aparat Kodim Pati mendapati pria tersebut ketika tengah mengendarai truk dengan membawa muatan 10 ton pupuk bersubsidi.

Dari pengakuan Sodikin, pupuk itu diambil dari Rembang dan akan dibawa ke Demak. Sodikin ternyata bukan distributor pupuk bersubsidi.

Sodikin mengalihfungsikan lapangan futsal miliknya sebagai gudang pupuk, kemudian diselundupkan. Dari pengembangan penyelidikan, Kodim mendapatkan informasi bahwa penyelundupan pupuk bersubsidi ternyata juga dilakukan dari gudang milik Kasmadi, kepala Desa Sari, Kecamatan Gajah.

Setelah gudang milik Kepala Desa Sari tersebut didatangi petugas Kodim bersama Dinas Pertanian, ternyata benar untuk menampung pupuk bersubsidi. Sedikitnya 80 ton pupuk bersubsidi tersimpan di dalam gudang tersebut.

Bahkan 32 ton di antaranya sedang perjalanan dibawa ke luar Demak. Aparat Kodim pun langsung bergegas melakukan pengejaran. Sebanyak empat truk yang memuat 32 ton pupuk bersubsidi itu berhasil diamankan ketika masih sampai di jalan lingkar.

Dari pengakuan Kasmadi, pupuk itu didatangkan dari Surabaya dan akan dibawa ke Kalimantan untuk perkebunan. Kasmadi bukanlah distributor pupuk bersubsidi.

’’Yang distributor sebenarnya istrinya, Hamidah,’’ imbuh Kapten Karmadi.

Aparat Kodim mendapatkan kewenangan dalam hal pengawasan distribusi pupuk bersubsidi, termasuk melakukan penangkapan bilamana mendapati penyimpangan distribusi.

’’Kewenangan penangkapan ini sesuai dengan MoU yang telah kami jalin bersama Pemkab melalui Dinas Pertanian Demak,’’ tegasnya. (Suara Merdeka)

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer