BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Peran Aktif Babinsa Tulung dan Babinkamtibmas Dalam Rangka Memperingati Rangkaian Kegiatan Hari Ibu ke 90 Tahun 2018
Peran Aktif Babinsa Tulung dan Babinkamtibmas Dalam Rangka Memperingati Rangkaian Kegiatan Hari Ibu ke 90 Tahun 2018

Peran Aktif Babinsa Tulung dan Babinkamtibmas Dalam Rangka Memperingati Rangkaian Kegiatan Hari Ibu ke 90 Tahun 2018

Kodim Klaten – Peran Aktif Babinsa Tulung dan Babinkamtibmas Dalam Rangka Memperingati Rangkaian Kegiatan Hari Ibu ke 90 Tahun 2018

Dalam upaya memaknai hari Ibu sebagai momentum kebangkitan Bangsa, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan Bangsa, Jum’at (30/12/2018) di gelar acara peringatan Hari Ibu yang ke-90 di Balai Desa Gedong Jetis, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.

Acara yang diadakan di Desa Gedong Jetis ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Ibu dengan melaksanakan senam pagi sehat bersama warga masyarakat Desa Gedong Jetis, Kecamatan Tulung.

Sejarah Singkat Hari Ibu, bahwa gema sumpah pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya, telah menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri, yang mana pada saat itu sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda perjuangan pergerakan Bangsa.

Atas Prakarsa para pejuang perempuan pergerakan kemerdekaan tanggal 22-25 Desember 1928, diselenggarakan Konggres perempuan yang pertama di Yogyakarta. Salah satu keputusannya adalah dibentuknya satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempuelan Perempuan (PPPI). Melalui PPPI itulah terjalin kesatuan semangat juang perempuan untuk bersama sama kaum laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang merdeka, berjuang bersama perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat kaum perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.

Selanjutnya pada tahun 1929 Perikatan Perkoempuelan Perempuan (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perempuan Istri Indonesia (PPII) yang selanjutnya di adakan kongres perempuan ke – lI di Jakarta dengan membentuk Badan Konggres Perempuan Indonesia dan menetapkan fungsi utama wanita Indonesai Sebagai Ibu Bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang memiliki rasa kebangsaan yang lebih tebal. Selanjutnya tahun 1938 digelar konggres Perempuan ke – III di Bandung yang menghasilkan tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu yang akhirnya dikukuhkan oleh Pemerintah dengan Keputusan Presiden

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer