BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / PERAN KODIM 0728/WONOGIRI PADA ORIENTASI MAHASISWA BARU (OMARU) 2016
PERAN KODIM 0728/WONOGIRI PADA ORIENTASI MAHASISWA BARU (OMARU) 2016

PERAN KODIM 0728/WONOGIRI PADA ORIENTASI MAHASISWA BARU (OMARU) 2016

WONOGIRI, Senin (15/8) bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya yang beralamatkan Dsn. Bendo, Bulusari RT 03 Rw 04, Desa Bulusulur, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri telah dilaksanakan Orientasi Mahasiswa Baru 2016 (Osmaru).
Dalam acara diawali sambutan Dr. Hesti Sadyadi, SE, M.Si. selaku Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri, menyampaikan bahwa kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (Omaru) kaliini diikuti 30 mahasiswa, yang mana dalam kegiatan ini perlunya diberikan pengetahuan/wawasan dari pihak TNI yang berada di Kabupaten Wonogiri yaitu Kodim 0728/Wonogiri, karena TNI dinilai dapat memberi materi yang baik bagi wawasan kebangsaan dan bela negara serta materi lainnya yang perlu diketahui bagi mahasiswa baru. Dengan terbinanya Insan Akademis yang berkepribadian Pancasila. “Sejumlah materi yang diberikan pada Maru antara lain Wawasan Kebangsaan, Bahaya HIV/AIDS dan materi kepemimpinan. Selain itu pengenalan dunia perguruan tinggi yang berbeda dengan SMA,” kata Dr. Hesti Sadyadi.

Kemudian pada kesempatan ini Kapten Inf Hengki Nurcahyadi (Pasiter) Kodim 0728/Wonogiri menyampaikan permintaan maaf, karena kegiatan ini yang akan disampaikan oleh Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Basuki Sepriadi sendiri, mengingat beliau sedang mengikuti pendidikan untuk itu diwakilkan kepada saya (Pastier), adapun materi yang kami berikan tentang Peran Pemuda dalam Menghadapi “Proxy War”.
Seiring sifat dan karakteristik perang yang telah bergeser dan seiring dengan perkembangan teknologi. Adanya tuntutan kepentingan kelompok. Disini saya akan membahas mengenai perang proxy, yaitu adalah sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi resiko konflik langsung yang beresiko pada kehancuran fatal. Melalui perang proxy ini tidak dapat diketahui dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan non state actors dari jauh. Negara musuh akan membiayai semua kebutuhan yang diperlukan oleh non state actors dengan imbalan. Mereka mau melakukan segala sesuatu yang diinginkan penyandang dana untuk memecah belah kekuatan musuh. Aksi pemuda untuk menangkal proxy war (perang proxy)
Untuk menghadapi musuh dalam perang proxy yang seringkali tidak nyata dan sulit ditebak, mahasiswanya harus memiliki ketajaman untuk mampu mengidentifikasikan musuh dan kepentingannya. Dalami bidang ilmu masing-masing dan jadilah ahli di bidang tersebut. Banyak cara mengatasi persoalan ini, misalnya dengan menggalakkan seminar, workshop, dan diskusi wirausaha dapat menjadi alternatif gerakan perekonomian. Cara ini merupakan salah satu pencegahan adanya pemuda terpengaruh dan ikut dalam jaringan perang proxy. Melalui gerakan ini diharapkan akan menjawab permasalahan kehidupan pasca kampus. Universitas tidak akan melahirkan pemuda yang betul-betul menjadi pemuda intelektual dan khususnya dapat memerangi masalah perang proxy.
Untuk itu pemuda, dalam hal ini mahasiswa, harus membekali diri dengan ilmu, keahlian, dan keterampilan sesuai bidangnya. Selain itu harus memiliki wawasan luas, berpengalaman untuk membentuk karakter dan berwawasan kebangsaan sehingga mampu melawan dan menghancurkan proxy war di Indonesia. Jadi semua pihak harus bersatu padu dan bersinergi menjaga keselamatan bangsa dan negara.

“Kalian para pemuda dan mahasiswa harus mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman bangsa dengan mempersiapkan kualitas diri sesuai bidang ilmu masing-masing,” Untuk itu Kapten Hengki mengajak para mahasiswa STABN yang merupakan pemuda yang dididik hingga perguruan tinggi untuk memiliki pribadi yang tangguh, yaitu pribadi yang sukar dikalahkan, juga sebagai pemuda yang kokoh kuat, tabah dan tahan menderita.
Bentuklah komunitas belajar, tingkatkan kemampuan adaptasi dan kedewasaan, karena pembangunan karakter pemuda sangat penting sehingga terwujud pemuda/mahasiswa yang Cinta Tanah Air. Mari kita jaga Ke-Indonesia-an kita, tandas Kapten Henki.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer