BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Petani Diperkenalkan Teknologi Singgang
Petani Diperkenalkan Teknologi Singgang

Petani Diperkenalkan Teknologi Singgang

REMBANG- Ditengah upaya pemerintah mencapai swasembada beras, ada harapan baru mempercepat pencapaiannya, yaitu menggunakan metoda singgang. “Meski masih ada beberapa hal yang harus dipastikan, tetapi hingga saat ini teknologi yang kami coba, memberikan hasil yang sangat memuaskan,” kata direktur Pengelolaan Air dan Irigasi Kementerian Pertanian RI, Tunggul Iman Panudju seusai meresmikan Bendung/Dam Mojokerto, Kecamatan Kragan, Rembang, Kamis ( 9/4 )

Bendungan yang dibangun secara swakelola oleh masyarakat dan anggota Kodim 0720/Rembang, berdasarkan hitungan teknis, bendung itu mampu mengairi sawah seluas 200 hektare di empat desa masing-masing Desa Mojokerto, Karangharjo, Kendalagung, dan Menoro.

Dijelaskan, teknologi itu disebut singgang, yang sebenarnya sudah dikenal petani di beberapa daerah di Indonesia. Teknologi singgang sudah melalui proses penelitian yang mendalam, bahkan sudah mencakup uji coba terhadap beberapa varietas dan musim. Artinya, secara ilmiah teknologi singgang layak kita kembangkan.

Sementara itu, Sekda Rembang Hamzah fatoni menjelaskan, hambatan terbesar untuk meningkatkan produksi padi di Rembang hanyalah ketersediaan air yang terbatas. Rembang tidak memiliki sungai besar dan sumber air yang cukup. Hal ini masih diperparah dengan rendahnya curah hujan. Satu-satunya jalan untuk mengatasi persoalan itu, hanyalah dengan cara menambah sarana untuk mengelola air permukaan. Misalnya membuat Bendung/Dam atau membangun embung-embung raksasa. Semua fasilitas  itu bertujuan untuk menampung air hujan agar tidak terbnuang percuma ke laut.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer