BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Presiden RI Panen Raya Di Kabupaten Blora
Presiden RI  Panen Raya Di Kabupaten Blora

Presiden RI Panen Raya Di Kabupaten Blora

Pada hari Sabtu, 7 Maret 2015 Presiden RI Ir. H. Joko Widodo beserta Ibu Hj. Iriani Joko Widodo dan rombongan melaksanakan kunjungan kerja di kabupaten Blora dalam rangka Panen Raya Komoditi Jagung lokasi, di area Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Ngliron Petak 18 KPH Randublatung Desa Ngliron Kec. Randublatung Blora. Panen tersebut dari lahan seluas 11,10 Ha merupakan hasil kerjasama Perhutani dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Sumber Rezeki dan sekaligus melaksanakan ujicoba Jarak Tanam lokasi, di areal Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Ngliron Petak 27 KPH Randublatung Desa Ngliron Kec. Randublatung Blora.

Kehadiran Presiden RI beserta rombongan dilokasi panen raya disambut Menteri Pertanian Dr. Ir. H. A. Amran Sulaiman, MP, Menteri Lingkungan Hidup danKehutanan RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, MSc, Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono, Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Nur Ali, Rektor Universitas Gadjahmada,  Bupati Blora Djoko Nugroho, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin, Kapolres Blora AKBP Mujiyono, SIK, ADM Blora, ADM Randu, ADM Cepu, Kelompok Tani dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan untuk mendukung kebijakan pemerintah, sejak tahun 2014 Perhutani bekerjasama dengan Universitas Gadjahmada dan Pemprov Jawa Tengan melakukan ujicoba Integrated Farming System (IFS) seluas 156,50 Ha di empat lokasi Perhutani yaitu Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Randublatung, KPH Cepu Pati, dan KPH Banyumas Timur. Untuk tahun 2015 ujicoba penanaman rencana akan diperluas ke 16 (enam belas) KPH dengan total areal 4.025.06 Ha dengan jenis tanaman Padi, Jagung dan Kedelai.

Lokasi  Integrated Farming System (IFS) atau system pertanian terpadu adalah pendekatan multidisiplin ilmu untuk optimalisasi pemanfaatan lahan dari hulu sampai hilir dan keterlibatan peran para pihak dari pemerintah pusat sampai daerah, perguruan tinggi, swasta dan masyarakat.

Sistem pertanian terpadu ini, juga akan dikembangkan di lahan-lahan perkebunan kelapa sawit milik PTPN. “Hutan jati terutama Perhutani ada kemungkinan PTPN yang ada tanaman kelapa sawit itu bisa dikombinasikan antara tanaman hutan dan tanaman pertanian apapaun tanamannya. Sebagai contoh disini jati dan jagung, kemarin di Ponorogo jati dengan kayu putih atau nanti kelapa sawit dengan padi atau jagung.

Usai panen raya Presiden  beserta rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Kampung Adat Samin (Warga Sikep) Karangpace Desa Klopoduwur Kec. Banjarejo Blora dan disambut gembira oleh Bupati Blora Djoko Nugroho beserta Ibu Umi Kulsum Djoko Nugroho, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin, Kapolres Blora AKBP Mujiyono, SIK,  Warga Sikep dan tamu lainnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho saat mendampingi Presiden  dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di hadapan warga sikep (samin) di  rumah adat kampung samin menyampaikan, sejak tahun 1955 hingga sekarang, baru dua kali Kepala Negara yang berkunjung ke Kabupaten Blora, hal ini akan menjadi momentum bersejarah bagi pemerintah Kabupaten Blora dan masyarakat Blora.

“Puji syukur dan bangga,  Semoga dengan kunjungan Bapak Presiden ke Blora, menjadi pemacu semangat pembangunan di Blora, ” ujar Bupati Blora.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer