BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Sanipah dan Nurhasyim Keluar Masuk Rumah Tak Harus Membungkuk Lagi
Sanipah dan Nurhasyim Keluar Masuk Rumah Tak Harus Membungkuk Lagi

Sanipah dan Nurhasyim Keluar Masuk Rumah Tak Harus Membungkuk Lagi

SEMARANG. Dalam tradisi jawa berjalan membungkuk saat melewati orang yang lebih tua tentu merupakan budaya positif yang patut diwariskan kepada anak cucu. Tapi bila berjalan membungkuk karena melewati rumah tua yang hampir ambruk dimakan usia dan rapuk oleh genangan air laut pasang (rob) tentu tidak boleh terjadi lagi.

Hal inilah yang selama ini dirasakan Sanipah dan Nurhasyim yang rumahnya nyaris roboh karena usia dan rapuh oleh genangan air saat air laut pasang. Namun keduanya kini sudah dapat bernafas lega, lantaran rumahnya yang berada di kawasan Tambaklorok Semarang Utara ini direhab oleh Kodim 0733 BS/Semarang.

Dandim 0733 BS/Semarang Kolonel Inf M. Taufiq Zega menyampaikan, di wilayah Tambaklorok ini ada tiga rumah yang kami rehab, yakni rumah Sunarto, Sanipah dan Nurhasyim. Dan secara keseluruhan ada 20 unit rumah yang tersebar di wilayah Kota Semarang, karena dalam kondisi rusak berat dan tak layak huni. Kegiatan ini merupakan karya bakti menyambut HUT Ke- 73 TNI dan HUT Ke-68 Kodam IV/Diponegoro, ungkap Dandim saat meninjau bangunan rumah Sunarto di RT 1 RW 13 Kel. Tambaklorok, Kamis (20/9).

Lebih lanjut dijelaskan, dalam kegiatan rehab rumah ini, Kodim dibantu Pemerintah Kota Semarang dan BAZ Kota Semarang.

“Kami kerahkan anggota Kodim dan Kormil bersama tenaga ahli pertukangan dan warga setempat untuk bersama-sama bergotong-royong memperbaiki rumah warga, yang dikendalikan oleh Danramil setempat”, terang Dandim.

Warga masyarakat Tambaklorok Semarang Utara, sangat berterima kasih kepada Dandim 0733 BS Semarang, yang telah membantu memperbaiki rumah warga melalui karya bakti Bedah Rumah ini.

Awalnya kondisi semua rumah warga yang direhab dalam kondisi parah dan nyaris ambruk. Apabila air laut pasang (rob) juga terggenang air hingga 60 cm, dan karena lantinya ditinggikan dengan cara diurug maka rumah menjadi semakin pendek, sehingga saat keluar masuk rumah badan harus membungkuk. Tapi setelah direhab keadaan menjadi berubah, rumah mereka sudah berdiri tegak, tidak tergenang air dan saat keluar masuk rumah tidak harus membungkuk lagi, ungkap warga senang.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer