BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Satgas Yonif 400 Raider dan Masyarakat Keerom Memperingati Hari Anti Narkoba
Satgas Yonif 400 Raider dan Masyarakat Keerom Memperingati Hari Anti Narkoba

Satgas Yonif 400 Raider dan Masyarakat Keerom Memperingati Hari Anti Narkoba

Arso – Jumat 19/6   Satgas Yonif 400 Raider bersama BNN Papua, serta Pemkab dan Masyarakat Keerom berpartisipasi untuk menyambut Hari Anti Narkoba Internasional yang akan diperingati pada tanggal 26 Juni dengan mengadakan kegiatan yang dikemas dalam suatu bentuk kegiatan KKR ( Kebaktian Kebagunan Rohani ) dengan tema “ Keerom Bangkit Memuji Tuhan “ bertempat di halaman kantor Bupati Keerom.

Kegiatan KKR ini diikuti oleh masyarakat Keerom terutama para pemuda pemudi se-Kabupaten Keerom, yang mana di samping kegiatan inti yaitu KKR, di dalam kegiatan ini juga diisi dengan 3 pembahasan materi yaitu Narkoba, Miras, dan HIV/AIDS. Kegiatan ini dimulai pukul 16.00 WITA masyarakat yang datang mengisi buku kehadiran dan kemudian menuju ke tenda Satgas Yonif 400 Raider untuk mengambil beberapa macam souvenir dalam bentuk buku bergambar, buku saku, dan Poster yang berisi informasi dan ajakan agar menjauhi hal-hal yang bisa menyebabkan penyakit HIV/AIDS.

Untuk acara pertama kegiatan diisi oleh puji-pujian dan doa, dilanjutkan dengan orasi bahaya Narkoba oleh BNN Papua disusul orasi mengenai Miras dan HIV/AIDS dari Satgas Yonif 400 Raider, metode yang digunakan agak unik dalam pemberian materi yaitu dengan cara memberikan penjelasan dan gambaran melalui video dan beberapa permainan disertai Yel-yel  sehingga masyarakat yang mengikuti acara tidak jenuh, suasana acara menjadi lebih hidup dan diharapkan masyarakat lebih dapat memahami makna terkait bahaya Narkoba, Miras dan HIV/AIDS. Tidak hanya itu, Satgas Yonif 400/Raider yang memprakarsai banner tanda tangan komitmen para pemuda-pemudi, para pejabat terkait seperti Perwakilan Panitia, Perwakilan PGGP, BNN Papua, Dinas Kesehatan Kab.Keerom, Dansatgas Yonif 400/Raider, Kapolres Keerom dan yang paling terakhir Wakil Bupati Keerom untuk juga ikut serta membubuhkan tanda tangan sekaligus menjadi saksi hidup komitmen dari pemuda-pemudi Keerom dan untuk bangkit melawan Narkoba, MIras serta HIV/AIDS. Kemudian, ada juga drama yang diperankan oleh para pemuda – pemudi muslim dan non muslim yang tergabung dalam Forum Anak – Anak Keerom ( FORANKEER ) mengenai kisah seorang anak muda yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba yang menjadikan hidupnya dan keluarganya hancur,hal ini memiliki daya tarik sendiri karena walau acara dikemas dalam kegiatan ibadah KKR pemuda-pemudi muslim pun ikut bergabung memeriahkan acara, hal ini menunjukan nilai toleransi agama yang baik dan tujuan yang satu dari anak-anak muda Keerom untuk memerangi bahaya Narkoba, Miras, dan HIV/AIDS.

Wakil Bupati Keerom Bapak Muh Markum, SH, menyampaikan dalam sambutannya bahwa Narkoba merupakan masalah seluruh dunia, Indonesia bukan lagi sebagai konsumen bahkan sebagai produsen pembuatan Narkoba siap pakai, dan perlu kita ketahui termasuk Kabupaten Keerom yang kita cintai ini bukan lagi menjadi tempat lalu lintas peredaran narkoba akan tetapi sudah menjadi salah satu produsen ganja siap edar, seperti yang ditemukan beberapa waktu kemarin di daerah distrik Senggi. Saya berterima kasih kepada Satgas Yonif 400 Raider, BNN Papua, dan Masyarakat Keerom yang sudah berpartisipasi menyelenggarakan dan mengikuti acara ini, walau disaat umat muslim menjalankan ibadah puasa dan umat Nasrani melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani dalam waktu yang bersamaan, semoga ini menjadi salah satu bentuk keanekaragaman yang membawa kebersamaan untuk memerangi Narkoba, Miras, dan HIV/AIDS di Kabupaten Keerom yang tercinta ini.

Dansatgas Yonif 400 Raider Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi menyampaikan bahawa Kasus penularan HIV/AIDS di Papua semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini semakin mengancam masyarakat asli di Papua. Ada beberapa faktor utama penyebab penularan HIV AIDS yang menyebabkan penyebarannya sangat cepat sekali, diantaranya adalah dikarenakan masih maraknya  kebiasaan minuman keras dan berprilaku seks bebas, selain narkoba 2 hal ini sangat berbahaya bila tidak dihilangkan dari kebiasaan masyarakat, oleh karena itu kami bekerja sama dengan BNN Papua, dan Pemkab Keerom untuk memberikan pemaham tentang bahaya miras dan HIV/AIDS karena sebelum kami berangkat beberapa anggota kami telah diberikan pembekalan mengenai HIV/AIDS dari Mabes TNI dan berkualifikasi Peer Leader, sehingga hal ini bisa kami terapkan dalam acara ini dan semoga ilmu yang kami dapat bisa bermanfaat bagi masyarakat Papua khususnya masyarakat wilayah Keerom.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer