BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Semprot Hama, Anggota Kodim Turun Tangan

Semprot Hama, Anggota Kodim Turun Tangan

GROBOGAN – Kodim 0717/Purwodadi tidak main-main dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dalam membantu petani dan pemerintah, anggota Kodim turun langsung ke sawah untuk memberantas hama yang menyerangan tanaman pangan. Saah satunya saat melakukan penyemprotan di Desa Tirem Kecamatan Brati, Sabtu (7/2).

Sebelumnya pihaknya juga memasang ribuan tanda larangan di berbagai lokasi khususnya di area pertanian dan kawasan hutan, saat melakukan giat di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kamis (5/2).

Papan larangan tersebut, diantaranya bertuliskan ”dilarang menggembala, ada penghijauan”, ”dilarang memburu burung Tytho alba”, dan ”dilarang membuang sampah di bahu jalan”.

”Kami tidak main-main dalam membantu petani dan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Sesuai dengan kesepakatan Menteri Pertanian dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Semua Bhabinsa kami imbau turun kelapangan untuk membantu para petani agar program swasembada pangan 2017 benar-benar terwujud,” kata Komandan Kodim 0717/Purwodadi, Letkol Inf Jaelan.

Untuk mengatasi hama yang menyerang di persawahan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertan TPH) Kabupaten Grobogan dengan melakukan penyemprotan.

Memenuhi Target

Upaya itu dilakukan agar tanaman tidak dimakan hama. Dengan begitu hasil panen dapat memenuhi target yang direncanakan.

Kabid Produksi Tanaman Pangan Dispertan TPH, Ahmad Zulfa Kamal mengatakan, hama wereng cokelat batang sedang menyerang 20 hektare padi di Desa Tirem. Jika tidak segera diatasi, lanjutnya, tanaman padi akan mengering dan mati.

Menurutnya, Desa Tirem merupakan lokasi paling parah dari serangan hama wereng itu. ”Harus dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida untuk mengendalikannya. Desa ini menjadi yang paling parah, jika tidak segera diatas.

Cara penyemprotannya pun juga harus secara serempak dan merata, sehingga hama tidak menyebar ke tanaman padi lainnya,” ujarnya. Pasi Ter Kodil 0717/Purwodadi Kapten Arhm Busono mengatakan peran babinsa sebagai pendamping petani tidak sampai di situ saja.

Untuk mencapai hasil produksi padi jagung kedelai (pajale) yang memuaskan, pendampingan dimulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, pemupukan, sampai dengan penjualannya.

Pendampingan tersebut akan selalu dikawal agar program swasembada pangan 2017 benarbenar terwujud. Di samping itu, petani tidak mengalami kerugian. (smcetak)

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer