BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / SERKA TOUFIK HARYONO KORAMIL 07/NGEMPLAK AJAK WARGA KRAPYAK WEDOMARTANI UNTUK MEWASPADAI MUNCULNYA BAHAYA LATEN KOMUNIS
SERKA TOUFIK HARYONO KORAMIL 07/NGEMPLAK AJAK WARGA KRAPYAK WEDOMARTANI UNTUK MEWASPADAI MUNCULNYA BAHAYA LATEN KOMUNIS

SERKA TOUFIK HARYONO KORAMIL 07/NGEMPLAK AJAK WARGA KRAPYAK WEDOMARTANI UNTUK MEWASPADAI MUNCULNYA BAHAYA LATEN KOMUNIS

Akhir-akhir ini kita di disibukkan dengan ISSU akan bangkitnya faham bahaya laten komunis, informasi tersebut bukanlah tiba-tiba namun sudah mulai sudah di mulai sejak beberapa tahun yang lalu semenjak Era Reformasi bergulir,  informasi tersebut kian  memanas mana kala  sejak adanya simbol-simbol faham tersebut  sering muncul di berbagai mas media dan pada acara-acara resmi yang selalu di selundupkan, sepeti pada karnaval,  logo palu arit yg terdapat di Uang kertas seratus ribu an dan  juga kaos lambang komunis juga masih banyak lagi  yang muncul di mana-mana. Dengan. Banyaknya informasi tersebutlah membuat anggota Komando Rayon Militer 07/Ngemplak khususnya Serka Toufik Haryono sebagai Bati Komsos Kormil 07/Ngemplak Dim 0732/Sleman ini mempunyai kewajiban untuk membentengi para kaum muda khususny para santri dan bagi masyarakat umum di wilayah Ngemplak agar Issu tersebut tidak menjadi kenyataan.

Salah satu caranya adalah dengan tetap mewaspadai dan menjadikan pancasila sebagai sumber ideologi di negara kesatuan republik Indonesia, menjadi bagian, sehingga setiap faham yang akan muncul dapat langsung di atasi. Hal tersebut juga di benarkan oleh Kades Wedomartani Ngemplak Bp Teguh, dalam pesannya bapak kepala desa  berterimakasih kepada Koramil 07/Ngemplak yang telah memberi inspirasi dan Pencerahan terhadap masyarakatnya pada hari Selasa 10 Okt 2017 di dusun Krapyak Wedomartani Ngemplak,  agar di kemudian hari masyarakat  ini selamat dari berbagai ancaman dan terjeratnya pelaku ancaman proxy war komunis yang saat ini telah  menyerang di berbagai bidang.
Pada inti mari kita selamatkan generasi muda dari faham komunis dan idiologi terlarang lainya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer