BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Sertu Santi, Kowad Kodam IV/Dip Pertama di Lebanon
Sertu Santi,  Kowad Kodam IV/Dip Pertama di Lebanon

Sertu Santi, Kowad Kodam IV/Dip Pertama di Lebanon

Pergi keluar negeri adalah impiannya sejak dulu yang menurutnya hampir mustahil diraih. Namun ternyata Tuhan memberinya jalan dan impiannya terwujud ketika dia bergabung dengan Kontingen Garuda ke Lebanon (UNIFIL : United Nations Interim Force in Lebanon) dibawah bendera PBB.

Sertu (K) Nur Santi Kartika Dewi atau yang akrab dipanggil Santi tak henti-henti tersenyum ketika menuturkan pengalamannya bertugas di Lebanon sebagai Staff Officer (SO). Semua mengalir dengan indahnya, atas dorongan rekan sejawat dan seniornya serta dukungan suami, dia mengisi tawaran yang diajukan untuk tes di SUAD. Tes yang ini kedua kalinya bagi dia. Sebelumnya, sempat gagal test karena berpangkat Serda. Setelah naik pangkat Sertu test baru bisa diikuti. Tes tahap awal mengikuti bahasa Inggris dan wawancara. Selanjutnya tes komputer dan kesehatan di Mabes TNI dijalaninya dengan mulus, dan terakhir tes bahasa Inggris di Kemhan (Pusdiklat Bahasa) yang berupa ADFELPS meliputi listening, reading, writing dan speaking pun dapat dilaluinya dengan baik. Akhirnya dia dinyatakan lulus, bertugas sebagai salah satu dari 17 SO dari Indonesia.

Di tempat penugasan, alumni SMA I Wonosobo ini menempati jabatan Bintara Staff di JMAC (Joint Mission Analysis Centre) sebagai JMAC Database Manager yang membidangi masalah manajemen data untuk mendukung tugas dan fungsi JMAC di UNIFIL. Disana, Santi juga berkesempatan meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti kursus komputer yang diselenggarakan di HQ (markas). Bekerja mulai hari Senin sampai Sabtu, dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore atau jam 7 malam jika Chief (Komandan) menghendaki, dengan sistem gaji perhari langsung ditransfer ke rekening, dan jika tidak masuk, gajinya dipotong.

Putri pertama dari tiga bersaudara dari Bapak Subagyo dan Ibu Nurkhamdiyah ini merasa sangat beruntung karena pernah belajar bahasa Inggris di sekolah dan setelah jadi KOWAD mengikuti KIBI wilayah Jateng dan KIBI Kemhan karena dengan bekal kemampuan bahasa Inggris inilah dia dapat memperoleh kesempatan bertugas keluar negeri. “Saya senang baca novel berbahasa Inggris dan menulis buku harian juga dalam bahasa Inggris. Eeh, ternyata berguna”, katanya.

Kowad yang waktu kecil bercita-cita jadi dokter ini bertugas di daerah operasi Lebanon selama +13 bulan, terhitung mulai tanggal 21 Oktober 2010 s.d. 30 Oktober 2011, dan memperoleh perpanjangan 1 bulan sambil menunggu SO penggantinya datang. Secara umum penugasannya di Lebanon berjalan lancar walaupun terkadang dia merasa agak was-was ketika harus bepergian dengan mobil UN, menyetir sendiri, tanpa pengawalan dan tidak membawa senjata. “Saya bersyukur tidak terjadi insiden apapun selama disana”, ujarnya.

 

Kesan-kesan

Berangkat ke Lebanon seorang diri, tidak bersama kontingen, merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Ini adalah kali pertama dia naik pesawat dan baru pertama kali keluar negeri, sehingga ketika diturunkan untuk transit di Abu Dhabi sempat deg-degan, sampai ke tujuan atau tidak. Bahkan dia sempat dianggap mata-mata karena paspornya dinas dan tidak memiliki kartu identitas dari UN. Namun setelah dijelaskan, kesalahpahaman tersebut dapat diselesaikan.

Memiliki teman-teman baru dari berbagai negara, dengan beragam kepribadian dan budaya mengharuskannya untuk memiliki toleransi yang tinggi agar terwujud suasana yang kondusif. “Kita membawa nama Indonesia. Dengan bersikap baik dan bertanggung jawab akan menjaga nama baik bangsa Indonesia”, ujar istri Lettu Cpn Tomi Setyanto ini.

Selain itu karena dianggap cakap dalam melaksanakan tugasnya, pecinta musik dan tari ini memperoleh Appreciation Letter dari JMAC dan Commendation Letter dari Force Commander UNIFIL Major General Alberto Asarta Cuevas (rekomendasi untuk mengikuti misi UN berikutnya).

Sertu Santi juga berpesan pada rekan-rekannya untuk terus berkarya dan menekuni keahlian apapun yang dimiliki, serta tidak lupa untuk belajar bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya jika ingin mengikuti jejaknya. Jangan malu untuk terus belajar dan belajar. Seperti motto JMAC “Scientia est Potentia”, “Knowledge is Power”, Pengetahuan adalah Kekuatan. Maju terus pantang mundur…!!!! (Jum/SunT)

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer