BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Silaturahmi Forkompinda dengan FKUBb & Toga se Kabupaten Batang
Silaturahmi Forkompinda dengan FKUBb & Toga se Kabupaten Batang

Silaturahmi Forkompinda dengan FKUBb & Toga se Kabupaten Batang

Bertempat di Aula Mapolres Batang dilaksanakan silaturahmi Forkompinda dengan FKUB dan tokoh agama se-Kabupaten Batang yang diselenggarakan oleh Satbinmas Polres batang dan diikuti sekitar 50 orang (23/07/2015). Acara tersebut dihadiri oleh Dandim 0736/Batang Letkol Inf Andiek Prasetyo Awibowo, S.I.P, Kapolres Batang AKBP Joko Setiyono, S.IK, Wabup Batang H. Soetadi, SH, MM, Ketua DPRD Kabupaten Batang Teguh Raharjo, Ketua FKUB Kabupaten Batang Drs. Subekhi, tokoh agama se-Kabupaten Batang, Kapolsek, Kabag dan Kasat jajaran Polres Batang.

Sambutan-sambutan yang disampaikan antara lain Kapolres Batang mengucapkan terima kasih atas kehadirannya dalam kegiatan silaturahmi ini, dan menyampaikan bahwa tidak benar kalau ada berita tentang pembakaran musholla dan jatuhnya korban jiwa di Tolikara Papua. Saat kerusuhan memang ada pembakaran ruko yang terdapat musholla dan saat ini Polri sedang memproses para pelaku. “Saya harapkan agar kita yang didaerah jangan sampai terprovokasi, mari kita sama-sama menjaga agar hidup di Batang aman”, tegas Kapolres.

Wakil Bupati Batang mengucapkan rasa syukur alhamdullillah bahwa kita  bisa berkumpul untuk menyikapi perkembangan diwilayah kita akibat kejadian di Tolikara Papua. Hal-hal yang berkaitan dengan agama sangatlah peka namun selama ini kerukunan agama di Batang sudah terjalin dengan baik, untuk itu tingkatkan ukhuwah internal di masing-masing dan eksternal antar agama.

Dandim menyampaikan bahwa kejadian di Tolikara Papua merupakan bagian dari perang “proxy war” yang bertujuan untuk menghambat Indonesia maju, konflik diciptakan untuk menghambat pembangunan tinggal bagaimana kita harus bersikap agar tidak terpancing dan terprovokasi. “Kita harus bisa menjaga situasi dan membekali diri agar tidak mudah terpengaruh, dan diharapkan bapak-bapak yang hadir disini bisa memberikan arahan-arahan kepada jama’ah/umatnya agar tidak terpengaruh dengan kejadian di Tolikara Papua”, ujar Dandim. Kodim dan Polres hanya sebagai alat negara yang jumlahnya terbatas, untuk itu diharapkan kalau ada kejadian yang bisa mendisintegrasikan bangsa agar segera bisa dilaporkan.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer