BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Sosialisasi Pengembangan Model Usaha Tani Terpadu Kodim 0712/Tegal
Sosialisasi  Pengembangan Model Usaha Tani Terpadu Kodim 0712/Tegal

Sosialisasi Pengembangan Model Usaha Tani Terpadu Kodim 0712/Tegal

Tegal, Senin (23/3) Babinsa Se Koramil 15/Lebaksiu Kodim 0712/Tegal  menghadiri acara dalam rangka sosialisasi pengembangan model usaha tani terpadu berbasis hamparan tersier padi tahun 2015 bertempat di kantor BPP Kecamatan Lebaksiu.

Hadir dalam acara tersebut Ka BP3K Kecamatan Lebaksiu Warsito, Kasi Pertanian Lebaksiu Ikwan Riyanto, SP, Ka UPTD Lebaksiu Budi Santoso,SP, dari IPB Ir.Suryo Wiyono, Kadistanbunhut Kabupaten Tegal Ir.Khofifah, Ketua Gapoktan Se desa Kesuben.

Penerapan Teknologi prima mempelajari bagaimana seseorang mengusahakan dan mengkoordinir faktor-faktor produksi berupa lahan dan alam sekitarnya sebagai modal sehingga memberikan manfaat yang sebaik-baiknya. Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara petani menentukan, mengorganisasikan, dan mengkoordinasikan penggunaan faktor faktor produksi seefektif dan seefisien mungkin sehingga usaha tersebut memberikan pendapatan semaksimal mungkin.

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan melalui produksi pertanian yang berlebih maka diharapakan memperoleh pendapatan tinggi. dengan demikian, harus dimulai dengan merencanakan untuk menentukan dan mengkoordinasikan penggunaan faktor-faktor produksi pada waktu yang akan datang secara efisien sehingga dapat diperoleh pendapatan yang maksimal, dari definisi tersebut juga terlihat ada pertimbangan ekonomis di samping pertimbangan teknis.

Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dan dominan dalam kehidupan bangsa Indonesia dari sejak sebelum kemerdekaan. Sebagian besar penduduk berada di perdesaan dan bersandar pada sektor pertanian. Produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hampir seluruhnya dihasilkan oleh pertanian rakyat. Namun demikian selama masa penjajahan, pertanian rakyat tidak banyak mengalami kemajuan. Bahkan di Jawa, petani pada dasarnya mensubsidi perusahaan besar dengan upah dan sewa tanah yang rendah. Sebagai warisan kolonial struktur pertanian bersifat dualistik, antara sektor pertanian rakyat yang tradisional dengan usaha pertanian besar khususnya perkebunan yang modern yang ditangani oleh kaum pendatang.

Melalui berbagai pola intensifikasi tersebut di atas, petani makinterbiasa bekerja dengan menerapkan teknologi yang sesuai, sehingga produktivitas terus meningkat. Sementara itu dalam rangka mempercepat peningkatan produksi padi dilaksanakan pula upaya rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi serta pencetakan sawah baru. Sawah-sawah baru tersebut segera dimanfaatkan dalam perluasan areal intensifikasi. Upaya peningkatan produksi melalui intensifikasi jugadidukung oleh penyediaanpupuk yang diproduksi dalam negeri, pengembangan benih-benih unggul baru, sertakebijaksanaan harga dan subsidi yang memberikan perangsang pada petani untuk menerapkan teknologi baru.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer