BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Sosialisasi Penyerapan Hasil Panen di Wilayah Kabupaten Karanganyar
Sosialisasi Penyerapan Hasil Panen di Wilayah Kabupaten Karanganyar

Sosialisasi Penyerapan Hasil Panen di Wilayah Kabupaten Karanganyar

Dalam rangka mensukseskan program swasembada pangan nasional, Kodim 0727/karanganyar bersama Bulog Surakarta mengadakan acara sosialisasi penyerapan hasil panen di wilayah Karanganyar. Kegiatan ini berlangsung di halaman Makodim 0727/Karanganyar yang dihadiri Ka Saf Kodim 0727/Karanganyar,para Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 0727/Karanganyar.

“Tujuan kegiatan ini untuk menjawab keluhan-keluhan yang dialami para petani selama ini dalam penjualan hasil panen diantaranya harga gabah kering panen, maupun harga gabah kering giling yang terkadang lebih rendah ditingkat Bulog dibandingkan dengan harga di tengkulak “ujar Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda, S.Sos. Lebih lanjut dalam sambutannya beliau mengatakan pada bulan maret hingga juli ini wilayah Surakarta harus dapat menyerap hasil pertanian sebanyak 100.000 ton sedangkan saat ini jumlah yang baru bisa di serap sebanyak 50.000 ton. Hal ini disebabkan banyak wilayah yang tidak mengetahui lokasi Bulog terdekat sedangkan di desa hanya tersedia KUD yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Pada sesi tanya jawab, para Danramil dan Babinsa yang hadir dalam kegiatan tersebutpun antusias bertanya diantaranya mereka ingin mengetahui bagaimana cara pengecekan kadar air gabah bila ingin di jual ke Bulog, dimana lokasi Bulog terdekat dan juga apakah Bulog bisa berani seperti para tengkulak dalam memanjer sawah-sawah yang akan panen.

Ka Bulog Surakarta diwakili staf dalam penjelasannya mengatakan Bulog dalam menentukan harga gabah sudah sesuai dengan peraturan presiden No. 5 tahun 2015 dimana untuk harga gabah kering panen dengan kadar air maksimal 25% dan harga kering panen dengan butir hampa 10 % sebesar 3.700 ditingkat petani sedangkan Rp. 3.750 untuk Perum bulog. Harga gabah kering giling dengan kadar air maksimal 14% dan tanpa bulir hampa ditingkat petani dengan harga Rp. 4.600 sedangkan perum Bulog Rp. 4.650 dan harga beras dengan air maksimal 14% untuk petani seharga Rp. 7.300/kg. Pengukuran kadar air pada gabah itu dilakukan oleh pihak Bulog menggunakan alat khusus saat menerima penjualan dari petani.

Lebih lanjut dalam penjelasannya bahwa Bulog saat ini kekurangan personil sehingga pemantauan lokasi terutama Kabupaten Karanganyar yang memiliki wilayah panen sangat luas tidak dapat dilakukan secara maksimal, namun dengan kendala tersebut diharapkan para Prajurit Kodim 0727/Karanganyar terutama Babinsa tetap berperan aktif sebagai pendampingan para petani agar mau menjualkan hasil panennya kepada Bulog sehingga program ketahanan pangan di wilayah Surakarta tercapai.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer