BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Sosialisasi Percepatan Penyerapan Gabah/Beras Dn Th.2015 Wilayah Kabupaten dan Kota Tegal
Sosialisasi Percepatan Penyerapan Gabah/Beras Dn Th.2015 Wilayah Kabupaten dan Kota Tegal

Sosialisasi Percepatan Penyerapan Gabah/Beras Dn Th.2015 Wilayah Kabupaten dan Kota Tegal

Dandim 0712/Tegal yang diwakili oleh Kasdim 0712/Tegal Mayor Inf Yuli Setiyono, S.Pd. menghadiri Sosialisasi Percepatan Penyerapan Gabah/Beras Dalam Negeri Th. 2015 wilayah Kabupaten dan Kota Tegal bertempat di Aula Makodim 0712/Tegal (14/08).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perum Bulog Sub Drive Wilayah Pekalongan Bpk. Ismoyo Dwi Djantoro, Kadistanbunhut Kabupaten Tegal yang diwakili Kabit pertanian Bpk. Tyas Utomo, Kadis Kelautan dan pertanian kota Tegal yang diwakili Kabid Pertanian Bpk. Wiseno. SP, Kepala Gudang Dolog Munjung Agung Bpk. Suyoto, Pemilik Resmil di wilayah Kodim 0712/Tegal dan Perwakilan Gapoktan wilayah Kodim 0712/Tegal.

Dalam paparan Kabit Pertanian Kab.Tegal tentang program UPSUS padi menuju kedaulatan pangan dengan penggunakan teknologi dari hasil Litbang, semangat petani Tegal untuk kembali ke sawah (humo, bahasa lokalnya) pada tahun ini  semakin meningkat.

Maka kesempatan itulah  yang diambil oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/Kota Tegal untuk menggerakkan kembali para petani untuk kembali kesawah, serta meningkatkan intensitas pertanamannya dari sekali menjadi dua bahkan  tiga kali setahun untuk menanam padi pada lahan-lahan yang masih memungkinkan  igarap. Sebab pada umumnya  sudah banyak petani yang meninggalkan sawahnya  beberapa tahun terakhir ini,  juga  adanya kebiasaan petani  yang hanya menanam sekali setahun, saat ini  seiiring  adanya Upaya Khusus (UPSUS)  peningkatan produksi padi jagung dan kedelai, maka pada kesempatan ini pemerintah berupaya memberikan bantuan Alsintan untuk mengatasi tenaga kerja serta memberikan kebutuhan pupuk dan benih bersubsidi.

Pemerintah perlu meningkatkan jaringan irigasi untuk usaha tani dan jalan usaha tani untuk mempermudah akses keluar. Oleh karena itu para petani perlu pendampingan  dan pengawasan dari petugas pertanian, aparat maupun mahasiswa untuk mengelola pemasarannya.

Pada paparan kepala Bulog Sub Divre wilayah Pekalongan menjelaskan bahwa optimalisasi percepatan serapan gabah/beras dalam negeri di wilayah Tegal tahun 2015, prinsip dasar pelaksanaan pengadaan dalam negeri sesuai Inpres No.5/2015 tanggal 17 maret 2015 tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah.

Upaya pemerintah dan direksi Bulog untuk menyediakan stok pangan nasional sesuai arahan presiden RI, dalam Percepatan Serapan melalui Pengadaan Gabah/Beras Komersial Dalam Negeri,Dalam rangka peningkatan penyerapan gabah/beras petani (stabilisasi), untuk mendukung ketersediaan stok Dalam Negeri dan Tetap memprioritaskan kelancaran penyerapan gabah/ beras PSO.

Upaya yang ditempuh untuk percepatan penyerapan gabah/beras Dalam Negeri harusBermitra secara sinergis dengan Kodim-Koramil/ Pemerintah Daerah (Dinas yang membawahi bidang pertanian dan ketahanan pangan)/KTNA/Gapoktan/Perpadi/ Perbankan (Bank BRI) dan pemangku kepentingan lainnya dalam rangka mengawal program pemerintah Upsus padi, pada khususnya, maupun program peningkatan produksi gabah/ beras lain, pada umumnya dan membuat kesepakatan langkah dengan lembaga-lembaga tersebut diatas bahwa minimal 50% dari total panen akan bisa diserap oleh BULOG.

Harga pembelian beras komersial TMT 12 Agustus 2015, kami tawarkan Beras Premium 15% Rp. 8.700/Kg, Beras Premium 10% Rp. 8.900/Kg ,  harga bisa nego dengan mempertimbangkankualitas harga selalu direview dan memperhatikan perubahan pasar.

Namun demikian proyeksi harga jual harus menjadi pertimbangan saat menentukan harga beli, sehingga pada saatnya nanti tidak menjadi beban di masyarakat maupun anggaran pemerintah, apabila harga bahan pokok tinggi di masyarakat, akibat harga pokok yang terbentuk saat periode pembelian sudah terlampau tinggi.

Dihimbau kerjasama dan pengertian dari semua pihak yang terkait, antara lain petani dan pedagang agar bersedia turut mengendalikan harga sejak transaksi awal.

 

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer