BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Sragen Dijadikan Pilot Project Pemetaan Batas Wilayah Desa
Sragen Dijadikan Pilot Project Pemetaan Batas Wilayah Desa

Sragen Dijadikan Pilot Project Pemetaan Batas Wilayah Desa

Kembali lagi Kabupaten Sragen dijadikan daerah percontohan. Jika belum lama ini Kabupaten Sragen dijadikan daerah percontohan Kabupaten Selaras terkait dengan tertibnya pendataan warga miskin. Sekarang Kabupaten Sragen dijadikan daerah percontohan pemetaan batas wilayah pedesaan/kelurahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Kepresidenan Prof.Dr. Sobar Sutisna.M.Surv.Sc saat membuka acara Temu Kerja Pelacakan Batas desa/kelurahan di Kabupaten Sragen, bertempat  di ruang Sukowati (28/9/2015). Menurut Sobar Sutisna, dijadikannya Kabupaten Sragen sebagai daerah pencontohan karena dinilai mempunyai kesiapan data yang baik, selain itu Pemkab Sragen selama ini telah bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam pemetaan wilayah desa atau kelurahan.

Dijelaskan pula oleh Sobar Sutisna, hasil dari pelacakan batas desa / kelurahan oleh tim dari BIG bekerja sama dengan Pemkab Sragen ini nantinya akan ditetapkan dalam peratuan daerah atau peraturan Bupati. “Hasilnya nanti bisa berbentuk peraturan Bupati atau Peraturan daerah tentang batas-batas desa / kelurahan,” jelas Sobar Sutisna.Sementara menurut Bupati Sragen, sampai saat ini batas-batas wilayah desa / kelurahan masih merupakan batas-batas warisan nenek moyang dulu. Batas-batas tersebut bisa berupa sungai atau jalan. “Saat ini sudah saatnya menentukan batas-batas wilayah dengan standarisasi ilmiah,” jelas Bupati.

Temu kerja pelacakan batas desa/kelurahan diikuti oleh seluruh Kepala Desa/Lurah dan Camat se-kabupaten Sragen. Selain Sobar Sutisna, hadir pula narasumber dari BIG Guridno Bintar Saputro, M.Agr dan dari PMD Kemendagri Fernando H.Siagian, S.Stp, M.Si.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer