BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Tajarwo Pertanian di Pandak Bantul
Tajarwo Pertanian di Pandak Bantul

Tajarwo Pertanian di Pandak Bantul

Lahan seluas 27 hektar milik Kelompok Tani (Klomtan) Margo Rukun, Dusun Kadisoro, Desa Gilangharjo ditanamai padi dengan sistem Tanam Jajar Legowo atau Tajarwo. Untuk mengawali tanam  serentak Tajarwo digelar kegiatan penanaman  secara simbolis oleh Irjen I Kementrian Pertanian, Ir Soeprapto bersama Bupati Bantul, Hj Sri Suryawidati yang diwakili Sekda, Drs Riyantono, M.si, perwakilan BPTP DIY, BPP Pandak, Kepala Dispertanhut Bantul, Ir Partogi Dame Pakpahan, DPRD Bantul, Dandim 0729/Bantul, Letkol (Kav) Tumadi.S.Sos, unsur kepolisian serta Pasiter, Kapten (Inf) Kusmin. Setelah tanam simbolis  selanjutnya penanaman  oleh  anggota kelompok tani didampingi Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Kegiatan tanam ini dilakukan serentak, sebab bila tidak demikian hasilnya akan kurang maksimal. Hal itu disebabkan hama akan berpindah-pindah dari lokasi satu ke lokasi lain ketika penanaman padi dilakukan tidak bersamaan. Sementara itu penanggung jawab kegiatan, Ir Retno Dwi Wahyuningrum, MS  mengatakan cara Tajarwo  adalah upaya untuk meningkatkan produksi padi yang muaranya tercipta swasembada beras.

Kabupaten Bantul merupakan salah satu sasaran peningkatan produksi padi, mengingat lahan berpengairan  cukup luas, di sisi lain produksi belum optimal.  Maka untuk memaksimalkan potensi yang ada, lahan milik Klomtan Margo Rukun itu ditanami dengan sistem jajar legowo yang sudah dikenalkan ke petani sejak 2008 namun adopsi teknologi baru sekitar 40 persen. Dari angka itu  masih memungkinkan dilakukan peningkatan lagi.

Penerapan Tajarwo sendiri sampai saat ini masih banyak yang belum sesuai anjuran atau masih menenam Tajarwo ompong. Padahal ketika tegnologi ini diterapkan  sesuai anjuran bisa meningkatkan produksi padi hingga 10-20 persen. Untuk itulah BPTP melakukan kegiatan pendampingan BPP dalam akselerasi adopsi cara  Tanam Jajar legowo  guna meningkatkan produksi padi di Kabupaten Bantul dengan harapan terjadi perluasan  penerapan Tajarwo  di Kabupaten Bantul.

Adapun kegiatan meliputi tahap survei  awal tentang potensi, permasalahan Tajarwo,  sosialisasi rencana dan implementasi kegiatan, pelatihan teknis  serta kelembagaan. Sementara itu Ketua Klomtan Margo Rukun,Heribertus Pranyoto menerangkan   Tajarwo  ini sudah diuji coba  beberapa waktu sebelumnya di tempat tersebut. Hasilnya panen padi meningkat tajamdari biasanya pada kisaran 8 ton-9 ton, setelah menggunakan cara Tajarwo dan dilakukan ubinan hasilnya mencapai 10 ton-11 ton/hektar.

Dandim mengatakan  TNI AD termasuk Kodim Bantul berkomitmen untuk  mendukung program ketahanan dan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Salah satunya adalah menerjunkan Babinsa untuk membantu serta mendampingi para petani di wilayah tugas masing-masing.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer