BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / TAK ADA TOKO MEUBEL, ROTANPUN JADI
TAK ADA TOKO MEUBEL, ROTANPUN JADI

TAK ADA TOKO MEUBEL, ROTANPUN JADI

Tanah Merah. Warga kampung Upkim dan Waropko, distrik Waropko, Kabupaten Boven Digoel memadati pelataran Pos Km. 116 untuk menerima pelatihan pembuatan kursi dengan menggunakan bahan rotan, yang ajarkan oleh anggota Pos Km 116 Satgas Yonif 405/SK. (08/09/17)

Kopda Pramono, anggota Pos Km. 116 Satgas Yonif 405/SK mengawali pelatihan dengan menyebutkan peralatan yang diperlukan dan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kursi rotan. Peralatan yang di perlukan cukup sederhana, yaitu gergaji, tang, palu, meteran, pisau dan paku. Sedangkan untuk bahannya menggunakan rotan yang mudah didapatkan dari hutan.

Dalam praktek pembuatan kursi, Kopda Pramono menjelaskan proses pelengkungan rotan merupakan cara untuk membentuk kerangka kursi sesuai dengan variasi yang diharapkan. Dilanjutkan dengan proses penganyaman yang bertujuan untuk menutupi kerangka kursi. Pengecatan atau finishing mengakhiri proses pembuatan kursi rotan untuk memberikan warna kursi sesuai dengan motif yang diinginkan.

Pelatihan pembuatan kursi berbahan rotan ini diikuti oleh 30 orang bapak-bapak warga Kp. Upkin. Bukan hanya diberikan contoh, bapak-bapak Kp. Upkin juga diberikan kesempatan praktek langsung yang dibimbing anggota Satgas Pamtas Yonif 405/SK.

Menurut Bp. Cornelis, seorang tokoh pemuda dari Kp. Upkim, pelatihan dari satgas Pamtas Yonif 405/SK ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

”Dengan tidak adanya toko meubel diwilayah distrik Waropko, kini masyarakat dapat memanfaatkan rotan untuk dibuat menjadi kursi”.

Biasanya kami menggunakan kayu untuk dibuat kursi, tetapi kursi dari bahan rotan ini lebih mempunyai beberapa keunggulan, antara lain kuat dan tahan lama digunakan serta memiliki beban yang ringan, sehinga mudah dibawa ataupun dipindahkan, ungkapnya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer