BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Tak Kenal Takut Aparat Kowil Demak dan Tegal Bongkar Sindikat Pupuk Oplosan
Tak Kenal Takut Aparat Kowil Demak dan Tegal Bongkar Sindikat Pupuk Oplosan

Tak Kenal Takut Aparat Kowil Demak dan Tegal Bongkar Sindikat Pupuk Oplosan

Dalam rangka menyukseskan program pemerintah ternyata tidak segampang membalik telapak tangan. Meskipun merupakan Program Pemerintah yang seharusnya didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia, ternyata masih saja ada kelompok atau oknum tertentu yang dengan sengaja menghambat dan bahkan berniat menggagalkan program pemerintah tersebut. Sebut saja program pemerintah yang saat ini sedang digalakkan yaitu Program Swasembada Pangan yang telah diinstruksikan oleh Presiden RI beberapa waktu yang lalu untuk mencapai Indonesia ber-Swasembada Pangan pada tahun 2017 dan TNI AD mendapat kehormatan terlibat secara langsung untuk mendukung dan sekaligus menyukseskan program tersebut.

02

Kebijakan Swasembada Pangan tersebut memang beralasan, mengingat produksi pangan di seluruh wilayah Indonesia mengalami penurunan yang signifikan akhir-akhir ini. Salah satu penyebab utama menurunnya kuantitas dan kualitas produksi pangan secara nasional tersebut adalah masalah ketersediaan pupuk. Meskipun Pemerintah telah memberikan kemudahan (insentif) kepada Petani dengan memberikan pupuk subsidi, ternyata niat baik pemerintah tersebut tidak serta merta dinikmati oleh petani. Fakta menunjukkan, bahwa di tingkat petani, ternyata pupuk yang bersubsidi sangat sulit didapatkan di lapangan, keberadaannya sangat langka dan bahkan nyaris hilang dari peredaran. Justru yang banyak didapatkan di pasaran adalah pupuk non subsidi. Pada kondisi ini, petani tentu dihadapkan kepada masalah dilematis, dimana petani diharuskan membeli pupuk non subsidi yang sangat mahal apabila tidak ingin gagal panen.

03

Melihat keprihatinan para petani tersebut, para Babinsa yang merupakan ujung tombak aparat kewilayahan terdepan dan sekaligus mempunyai tugas pendampingan para petani untuk menyukseskan Program Swasembada Pangan tersebut, akhirnya melakukan pengamatan dan penyelidikan. Dengan berbekal keuletan, ketangguhan, tanpa mengenal lelah dan rasa takut, mereka mengumpulkan keterangan dari masyarakat dan mencoba melakukan penyelidikan serta pengintaian. Dari berbagai informasi yang didapatkan kecurigaan tertuju pada sebuah bangunan yang setiap hari banyak dimasuki truk-truk yang mengangkut muatan dengan bak tertutup. Meskipun ada informasi, bahwa tempat tersebut dimiliki oleh oknum anggota masyarakat yang disinyalir kebal hukum, namun hal tersebut tidak menyurutkan tekad jajaran aparat teritorial Kodim 0716/Demak untuk bertindak dengan cepat. Dengan dipimpin langsung oleh Dandim 0716/Demak Letkol Inf Ari Aryanto, Pasi Intel Lettu Inf Ibnu dan Pasiter Kapten Kav Karmadi serta Babinsa jajaran Kodim 0716/Demak, melakukan penggrebegan secara mendadak dan dapat mengamankan 226 ton yang terbukti merupakan pupuk bersubsidi oplosan. Keberhasilan ini merupakan pengembangan kasus yang berawal dari penangkapan 1 unit truk bermuatan pupuk ilegal  dengan berat 1 ton yang dibawa dari Rembang menuju Demak.

04

Keberhasilan aparat Kodim 0716/ Demak ini ternyata memberikan stimulan bagi para aparat teritorial di jajaran Kodam IV/Diponegoro untuk lebih giat membongkar sindikat pengoplos pupuk subsidi yang merajalela di wilayah Jateng dan DIY. Keberhasilan Kodim Demak kemudian diikuti oleh jajaran Aparat Kodim 0712/Tegal, dengan dipimpin langsung oleh Dandim 0712/Tegal mereka juga berhasil menggrebeg sebuah gudang yang dijadikan pabrik pengoplosan pupuk bersubsidi yang mampu memproduksi 16 ton per hari. Ditempat tersebut aparat Kodim Tegal menemukan 178 ton pupuk yang sudah dioplos dan siap diedarkan. Modus yang digunakan adalah pelaku membeli dan mengumpulkan pupuk bersubsidi yang berwarna merah muda dari pengecer dan berbagai sumber seharga Rp. 1.800,- per kilogram kemudian dengan alat seperti molen pupuk tersebut dicuci dengan cairan kimia H2O2 sehingga berwarna putih mirip dengan pupuk non subsidi dan dikemas dalam karung berlabel PT. Pupuk Kujang lalu menjual ke pasaran seharga Rp. 4.000,- per kilogram.Seluruh barang bukti dan pelaku telah diserahkan kepada Polres Demak dan Tegal untuk diproses lebih lanjut.

05

Dengan keberhasilan yang telah dicapai oleh Aparat Kodim 0716/Demak dan Kodim 0712/Tegal ini, membuat kepercayaan masyarakat kepada TNI meningkat untuk memberikan informasi terkait penyelewengan pupuk bersubsidi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang mendatangi Kodim untuk memberikan support kepada aparat Kodim dan jajarannya dan meminta Kodim agar mengawal proses hukum yang sedang dilakukan. Selain itu berbagai pihak juga memberikan apresiasi melalui media cetak dan elektronik yang kesemuanya bermuara kepada dukungan kepada aparat Kodim untuk terus mengawal program swasembada pangan.

Dalam kesempatan kunjungan Pangdam IV/Diponegoro di Kodim Demak, disamping memberikan penghargaan atas kinerja Prajuritnya, Pangdam juga menghimbau masyarakat untuk peduli dan berani memberikan informasi kepada aparat TNI maupun Polri apabila menemukan kecurigaan terhadap langkanya pupuk subsidi di wilayahnya. “Jangan takut untuk melaporkan apabila ada penyimpangan pendistribusian pupuk dan traktor subsidi pemerintah di daerah masing-masing, laporkan pada aparat terkait jika mengetahui adanya penyelewengan tersebut. Aparat Kodim dan Polres akan mengawal distribusi pupuk dan traktor sampai ke tangan petani” demikian ditegaskan Mayor Jenderal TNI Bayu Purwiyono.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer