BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / TMMD Ke-100, Membuktikan TNI dan Rakyat Tidak Dapat Dipisahkan
TMMD Ke-100, Membuktikan TNI dan Rakyat Tidak Dapat Dipisahkan

TMMD Ke-100, Membuktikan TNI dan Rakyat Tidak Dapat Dipisahkan

Sebagai Tentara Rakyat, TNI terus berupaya memperkuat Kemanunggalan dengan Rakyat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). karena kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI.

Kondisi tersebut semakin memantapkan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono Selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD menyampaikan hal tersebut dalam amanat tertulis pada Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 TA. 2017 yang dibacakan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman di lokasi TMMD Kabupaten Wonosobo (26/10/2017).

Lebih lanjut disampaikan, bahwa kemanunggalan TNI dan Rakyat terlihat secara nyata dengan kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat bahkan tidur di rumah masyarakat dan makan bersama masyarakat.

“Hal tersebut membuktikan TNI dan Rakyat memang tidak terpisahkan. Roh TNI adalah rakyat, karena sejarah menunjukkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat dalam merebut kemerdekaan”, ungkap Kasad.

Melalui program tersebut TNI juga telah mendapatkan kepercayaan dari rakyat, hal ini didukung dengan hasil survey pada bulan Oktober 2017 ini, Litbang Kompas bahwa TNI menempati posisi tertinggi sebagai institusi yang dipercaya oleh rakyat. Pada hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada TNI mencapai 94%. Ini berarti mengindikasikan bahwa kedekatan dan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin baik. Bagi TNI, khususnya TNI AD.

Disisi lain, melalui program TMMD, kita juga membangun dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong guna membantu percepatan program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan.

Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat yaitu “Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Tema ini sangat selaras dengan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terkait dengan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, Kasad menjelaskan Berbagai persoalan yang sedang terjadi baik maraknya paham radikalisme, sikap intoleran, ancaman terorisme, penyalahgunaan Narkoba, berkembangnya sikap hedonisme dan konsumerisme, adu domba, memecah belah, memperuncing perbedaan dan upaya memunculkan ideologi selain Pancasila, seolah-olah merupakan virus penyakit yang sedang menggerogoti kekebalan tubuh atau imunitas Bangsa Indonesia yang tergambarkan dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal tersebut bila tidak segera diatasi akan berpotensi melumpuhkan, bahkan menghancurkan Bangsa Indonesia, sehingga dengan program TMMD ini maka sebagai implementasi upaya membangkitkan sistem kekebalan tubuh atau Imunitas Bangsa.

Dengan hasil yang telah dilaksanakan pada TMMD ke 100, Kasad berharap masyarakat dapat memelihara dengan baik hasil pembangunan program TMMD ke-100, baik fisik maupun non fisik, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dalam kurun waktu yang lama.

Khusus untuk di wilayah Kodam IV/Diponegoro, TMMD ke-100 dilaksanakan dibeberapa wilayah Kodim 0713/Brebes Ds. Cikuya Kec. Banjarharjo Kab. Brebes, Kodim 0707/Wonosobo Ds. Pagerejo Kec. Kertek Kab. Wonosobo, Kodim 0715/Kendal Ds. Jungsemi Kec. Kangkung Kab. Kendal, dan Kodim 0735/ Surakarta Ds. Joyontakan Kec. Serengan Kota. Surakarta

Turut hadir pada upacara penutupan TMMD di desa Pagerejo Kecamatan Kertek Kab Wonosobo, para pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro dan pejabat Forkopimda Kab Wonosobo.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer