BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / TMMD Sangat Dibutuhkan Masyarakat
TMMD Sangat Dibutuhkan Masyarakat

TMMD Sangat Dibutuhkan Masyarakat

Bupati Bantul, Drs H Suharsono mengatakan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah berjalan selama 36 tahun, hasil kegiatan telah semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan sampai saat ini masih dibutuhkan. Sehingga keberadaan TNI untuk membangun sarana dan prasarana serta infrastuktur di wilayah yang membutuhkan bantuan masih sangat relevan.

“Dalam konteks kepentingan akselerasi pembangunan,program TMMD dapat dinilai sebagai suatu terobosan yang efektif dan efisian dan produktif seirama dengan tekad pemerintah untuk memacu kreatifitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan. Maka pendekatan TMMD tersebut sungguh sangat relevan dan sekaligus membantu pemerintah untuk mengimplementasikan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan di daerah,”kata Bupati dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Bantul, KH Abdul Halim Muslih saat membuka kegiatan TMMD ke-97 Sengkuyung Tahap II TA 2016 di Lapangan Tamantirto, Selasa (20/9).
Pembukaan dihadiri Dandim 0729/Bantul, Letkol (Inf) Agus Widianto,Kapolres AKBP Dadiyo SIK,Ketua Komisi A DPRD Bantul, Amir Syarifudin, para pejabat di Pemkab Bantul, Muspika Kasihan,unsur Persit KCK dan masyarakat setempat.

Ditambahkan bupati, perencanaan TMMD sendiri disusun dengan sistem “bottom up planning” yang melibatkan berbagai instansi dan komponen masyarakat yang secara hirarki diawali dari kegiatan musyawarah di tingkat desa,kecamatan,kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat pusat dan selanjutnya ditetapkanlah sasaran program TMMD. Hal ini diharapkan dari proses pembangunan tersebut akan berdampak positif bagi pembangunan di wilayah.
Pada pelaksanaan TMMD, TNI AD bekerjasama dengan Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi RI. Juga menjalin kerjasama dengan Bappeda provinsi,Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) provinsi serta pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/pemerintah kota.
“Adapun sasaran TMMD adalah pembangunan fisik dan non fisik,”katanya.

Sedangkan perwira proyek Kapten (CHB) Stephanus Sunarno dalam laporanya mengatakan kegiatan TMMD dilaksanakan di Dusun Ngrame, Desa Tamantirto,Kecamatan Kasihan.
Untuk pembangunan fisik berupa pembuatan talut Kali Konteng dengan panjang 120 meter,tinggi 2,5 meter dan tebal 0,50 meter.
Sedangkan sasaran non fisik berupa berupa penyuluhan bidang pendidikan pendahuluan bela negara dan sosialisasi penerimana prajurit TNI (wearping),bidang KB dan kesehatan, bidang pertanian, bidang kependudukan, bidang perdagangan dan koperasi dan bidang ISIS serta bahaya laten komunis
Untuk pelaksanaan menggunakan anggaran Rp 305 juta bersumber dari APBD DIY Rp 75 juta, APBD Kabupaten Rp 200 juta dan swadaya masyarakat Rp 30 juta. Kegiatan dilaksanakan sejak 20 September hingga 10 Oktober dengan melibatkan personil 145 orang setiap harinya dari unsur Kodim Bantul, Polres Bantul, Pos Al Samas, Polair Polda DIY, Interdep, Linmas, Tagana, Menwa dan masyarakat setempat.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer