BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / TNI Bersama Perhutani dan Mahasiswa Menanam di Sikunang
TNI Bersama Perhutani dan Mahasiswa Menanam di Sikunang

TNI Bersama Perhutani dan Mahasiswa Menanam di Sikunang

Melihat permasalahan yang begitu pelik yang dihadapi oleh Pemda Wonosobo mengingat bahwa daerah Tinggi Dieng merupakan daerah hutan sebagai daerah peresapan air akan tetapi sekarang berubah menjadi pertanian tanaman kentang dengan nilai ekonomi yang tinggi.  Ini membutuhkan sebuah pemecahan masalah yang arif dan bijaksana, karena masyarakat butuh akan kelangsungan kehidupan ekonominya mereka disisi lain pemerintah dituntut untuk menjaga keseimbangan alam agar tidak terjadi bencana.

Permasalahan tersebut tidak menjadi tanggung jawab pemerintah saja tetapi menjadi tanggung jawab semua masyarakat Wonosobo.   Oleh sebab itu TNI-AD khususnya Kodim 0707/Wonosobo merasa terpanggil ikut membantu pemulihan hutan yang telah beralih fungsi yaitu dengan mengadakan suatu kegiatan yang penanaman di Desa Sikunang Kejajar yang terbagi 14 titik penanaman dengan jenis pohon yang ditanam adalah angsana dan trembesi dengan target 3000 batang. Penanaman kali ini melibatkan Perhutani selaku pemilik lahan, mahasiswa Unsiq sebagai perwakilan generasi muda, dan tentunya tidak ketinggalan perangkat desa dan masyarakat Sikunang.

Dalam pesannya Letkol Agus M Latif S.IP bahwa masyarakat harus ikut bersama menjaga dan melestarikan alam ini guna mencegah bahaya tanah longsor dan kondisi Dieng bisa hijau kembali dapat di wujudkan.  Karena alam ini merupakan titipan anak cucu kita. pelibatan berbagai pihak terutama kalanganmahasiswa   menjadi fokus utama, sebab  mereka akan menjadi pewaris negeri ini. kerusakan lingkungan yang ada di kaki pegunungan Dieng bisa terus ditekan dengan aktif melalukan kampanye dan juga berbagai penyadaran terhadap masyarakat, salah satunya melalui kalangan pelajar.

 kepedulian generasi muda sangat penting, ini untuk medidik mereka sadar tentang pentingnya lingkungan sejak masih muda, dan pramuka harus menjadi garda depan. Kesadaran anak-anak terhadap lingkungan juga diharapkan akan menggerakkan kalangan kaum  tua yang  saat ini masih berorentasi  ekonomis semata, menjadi bergeser memikirkan keberlangsungan nasib lingkungan sekitar mereka. dengan alasan ekonomi , masyarakat kita masih sering mengesampingkan faktor-faktor keselamatan lingkungan, maka kesadaran tentang pentingnya kelestarian alam akan kita pupuk melalui generasi muda, mereka akan menularkan ke orang tua, sehingga muncul kesadaran bersama.

Selain menanam pohonan akasia dan trembesi Asper Yudi mengajak TNI dan masyarakat desa Sikunang untuk menanam terong belanda (kemar).  Karena saat ini permintaan akan kemar sangat banyak sedangkan produksi masih sedikit.  Dengan menanam kemar itu minimal mempunyai dua asas manfaat yaitu sebagai penyelamat lingkungan dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.  Kemar bisa menghasilkan bila sudah berumur 1 tahun dan bisa dipetik tiap 2 minggu sekali.  1 pohon bisa menghasilkan 5 kg dengan harga saat ini Rp 4000 sedangkan biaya operasional sedikit yaitu hanya biaya pendangiran dan pemupukan setahun 2 kali.  Bila kita bisa menamam 1000 batang sudah bisa kita bayangkan berapa pendatan yang diperoleh. 

Manfaat dari terong belanda adalah mencegah kanker dan jantung, memperbaiki sel DNA yang rusak, sebagai oksidan yang baik, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mata, membantu pertumbuhan tulang, menyembuhkan penyakit sariawan, sembelit, maaq, bisul dan mencegah penuaan dini. Dari terong belanda bisa dioleh menjadi beberapa makanan seperti sirup, selai saus dan lain sebagainya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer