BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Upacara Detik-Detik Proklamasi Di Stadion Taruna Sragen
Upacara Detik-Detik Proklamasi Di Stadion Taruna Sragen

Upacara Detik-Detik Proklamasi Di Stadion Taruna Sragen

Senin, 17 Agustus 2015 diwilayah Kab. Sragen berlangsung rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 bertempat di Stadion Taruna Sragen dilaksanakan Upacara Detik-detik Proklamasi dan pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka HUT RI ke-70 dengan Inspektur Upacara Bupati Sragen Bp. Agus Fatchur Rahman, SH, MH dan Komandan Upacara Kapten Inf Daryanto, Danramil 06/Gondang, dan dihadiri sekitar  1.500 orang.

Hadir dalam acara tersebut FPD Plus Kab.Sragen beserta istri, Agus Fatchur Rahman SH, MH Bupati Sragen, AKBP Ari Wibowo SIK Kapolres Sragen, Letkol Inf Edi Saputra SIP Dandim 0725/Sragen,Sapawi SH Kepala Pengadilan Negeri Sragen, Victor Sahut Tampubolon Kepala Kejaksaan Negeri Sragen, Kapten Cpm  Aris Yulianto Dan Sub Denpom IV/4-1 Sragen, H. Daryanto, SH. MH Wakil Bupati Sragen beserta istri, seluruh anggota DPRD Sragen beserta istri, Tatag Prabawanto B, MM Sekda Kab. Sragen beserta istri, Azwar BC,IP,SH MM Kepala Lapas Sragen beserta istri, para Staf Ahli, Asisten, Badan, Dinas, Instansi dan Bagian Kab. Sragen beserta istri, Ketua dan anggota KPU Kab. Sragen, para Ketua Partai Politik Kab. Sragen, Toga, Tomas Toda dan tamu undangan.

Inti amanat Gubernur Jawa Tengah Bp. H. Ganjar Pranowo, SH yang dibacakan oleh Inspektur Upacara adalah sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi komitmen dan senantiasa konsisten melaksanakan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme, marilah terlebih dahulu kita pekikkan 3 kali salam kemerdekaan yang sekeras- sekeras dan penuh semangat, agar daya juang kita dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan terus terpatri menjadi kekuatan yang kokoh untuk mewujudkan Jawa Tengah yang semakin sejahtera dan berdikari.

Hari ini seluruh Warga Negara Indonesia, tidak terkecuali kita yang ada di Jawa Tengah, merasakan betapa nikmatnya udara segar kemerdekaan Repubrik Indonesia, yang terah berhasil direbut oreh pendahulu kita para pejuang kusuma bangsa, dengan cucuran darah, linangan air mata, hingga pengorbanan jiwa raga dan harta benda. Pahlawan, adalah mereka yang rela berkorban untuk negara dan bangsanya, itulah semangat tanpa pamrih para pejuang pendahulu kita, dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, untuk itu menjadi tanggung jawab kita sebagai generasi penerus, untuk dapat mengukir sejarah peradaban baru yang terus berubah maju, tanpa harus mengorbankan harga diri dan jati diri, karena itu memaknai kemerdekaan tidak sekedar melalui lomba-lomba, melainkan menghargai jasa pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, dengan terus meningkatkan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan. Kedaulatan politik negara harus kita jaga sebagai bangsa yang merdeka, tidak boreh satu negarapun mengintervensi, kita sebagai warga dunia harus  saling menghormati kedaulatan politik masing-masing. Tugas berat berikutnya adalah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa, kita harus mampu berdiri tegak diatas kaki sendiri, memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa harus bergantung pada satu negara. Dalam pergaulan nasional maupun internasional kita iuga harus mampu menunjukkan kepribadian sebagai bangsa Indonesia, kita tunjukkan pada dunia bahwa kita punya kepribadian dalam kebudayaan, kita memiliki semangat gotongroyong, toleransi, musyawarah untuk mufakat dan Bhinneka tunggal Ika untuk membangun kebersamaan. Itulah sesungguhnya pondasi jatidiri yang selaras dengan potensi, kompetensi dan karakteristik Bangsa Indonesia sebagai bangsa pejuang yang selalu ingin bertindak sportif, kreatif dan inovatif dalam melakukan karya mandiri untuk mencapai tujuan Indonesia Merdeka, yaitu damai, sejahtera, adil dan makmur. Setahap demi setahap, mulai dari desa sampai kota, mulai dari rakyat jelata sampai penguasa, kita sama-sama melakukan gerakan reformasi mental dan tingkah laku kita, menjadi pribadi-pribadi yang patut menjadi teladan yang baik bagi anak cucu pewaris dan penerus cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Hal ini saya sampaikan karena hal terberat yang perlu dilakukan saat ini bukanlah berjuang tetapi mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang bermanfaat untuk Indonesia,  sebab pasca merdeka yang menjadi musuh bukan lagi bangsa asing atau penjajah namun sesama atau sebangsa, Kebhinekaan di pelosok Nusantara harus dijadikan sebagai kekayaan budaya dan khasanah Indonesia, untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer