BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Upacara Hari Pahlawan Kabupaten Tegal
Upacara Hari Pahlawan Kabupaten Tegal

Upacara Hari Pahlawan Kabupaten Tegal

Di Lapangan Upacara Pemkab Tegal, jln dr Soetomo No 1 Slawi Kab Tegal, telah dilaksanakan Upacara Pengibaran bendera dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan ke-70 Tahun 2015 Kab Tegal (10/11).

Bertindak sebagai petugas upacara antara lain bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Tegal, Komandan Upacara Kapten Inf Suroso Danramil Margasari, Perwira Upacara Kapten Inf Agus Kuncoro Pasi Ops Dim 0712/Tegal, Pasukan Pengibar Bendera dari Pelajar SMA N 1 Slawi, Pembaca UUD 1945 Bpk Ahamad Subkan Spd M.Pd kepala sekolah SD 2 Sidokaton Dukuhturi), Pembaca Kata-kata Pesan Mutiara Bpk Kusraharjo Penilik PLS Adiwerna, dan Ibu Khotijah Kepsek Lemahduwur.

Dihadiri antara lain Wakil bupati Tegal Dra Umy Azizah, Kasbrigrif 4/DR Letkol Inf Tufiq Zega, Kasdim 0712/Tegal Mayor Inf Yuli Setyono Spd, Kapolres Tegal AKBP Ribut Hari Wibowo SH Sik, Dansatdar 214 diwakili Kadishar Mayor lek Hartono,Danyonif 407/PK Mayor Inf Abi Kusnianto , SKPD Kab Tegal, Camat Se Kab Tegal, Danramil 0712/Tegal, Kepala veteran kab tegal Bpk Giyono, ketua Pepabri Bpk letkol Pur Redianto,lk 500 Orang yang mengikuti kegiatan tersebut.

Amanat Menteri Sosial RI yang dibacakan oleh Irup yaitu Peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 difokuskan untuk membangun kesadaran dan ingatan kolektif seluruh bangsa Indonesia sebagai representasi pengakuan, penghormatan, dan penghargaan dari nilai-nilai kejuangan untuk diimplementasikan dalam kehidupan bernegara pada waktu kini dan akan datang.

Hari Pahlawan tahun 2015 ini mengambil tema “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku”. Makna dari tema tersebut adalah untuk menginternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik.

Saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan dan, produktifitas bangsa. Mulai dari terjadinya konflik intoleransi antar umat beragama, berkembangnya faham radikalisme, tawuran antar kampung maupun antar pelajar, maraknya penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan sebagainya.
Keadaan ini jauh dari apa yang dicita-citakan dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa yang telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada kita semua. Marilah kita renungkan sekali lagi, langkah besar Bapak Bangsa kita seperti Soekarno, Mohammad,Hatla, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Mudzakkir, Agus Salim, Abikusno Tiokrosoejoso, AA Maramis, dan Ahmad Subarjo yang terhimpun dalam Panitia Sembilan BPUPKI. Mereka telah mewariskan lima nolma dan nilai-nilai yang kemudian menjadi Pancasila sebagai dasar negara, sebagai ideologi pemersatu bangsa, juga sebagai spirit kegotong-royongan dalam bermasyarakat dan bernegara.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer