BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-71DI MAKODIM
UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-71DI MAKODIM

UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-71DI MAKODIM

Indonesia sebuah Negara yang Merdeka dan berdaulat sudah menapaki usia yang ke-71 di tahun 2016, usia yang sudah matang menurut ukuran manusia .Tetapi di usia yang sudah mapan ini, masih banyak dinamika sosial yang terjadi di sekitar kita. Sebagai wujud penghargaan kepada para pendahulu kita, lewat momentum Upacara HUT RI ke-71 dapat meningkatkan jiwa Patriotisme dan Nasionalisme kita kepada Tanah Air tercinta, Rabu(17/8).

Kasdim 0707/Wonosobo Mayor Inf Jaka Susila membacakan amanat dari KASAD, lewat momentum Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71,untuk merefleksi diri apa yang sudah dicapai slama ini. Kemerdekaan yang sudah ke-71 tahun, kita masih prihatin dengan banyaknya pemenuhan kebutuhan masyarakat yang masih bergantung kepada Import dari negara lain. Idiologi Pancasila yang belum seutuhnya diterima sebagai salah satu Idiologi bangsa. Terbukti berbagai upaya kemunculan kembali paham komunis,benih separatisme belum sepenuhnya tercabut dari bumi pertiwi yang masih berpotensi mengancam kedaulatan NKRI.

Rentannya Persatuan dan Kesatuan bangsa akibat konflik Politik di berbagai tingkatan ibarat api dalam sekam.Kepentingan politik menunggangi konflik sosial yang berlatar belakang SARA, sehingga lebih sulit untuk di atasi. Kedaulatan pangan sebagai Negara Agraris sebagai salah satu fondasi Ketahanan Nasional, masih belum terwujud seperti yang pernah kita raih.Di bidang pertahanan dan keamanan,kenyamanan masyarakat masih di hadapkan pada tingginya kriminalitas,baik kuantitatif maupun kualitatif. Narkoba masih menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup bangsa,di tambah dengan ancaman terorisme dan radikalisme yang sewaktu-waktu dapat muncul.

Masih juga di hadapkan dengan persoalan klaim wilayah kedaulatan Negara yang bersinggungan dengan negara lain baik laut maupun udara. Kondisi Geografis yang menyimpan potensi bencana alam yang besar, yang dapat memporak porandakan seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat.Semua merupakan persoalan bangsa yang tidak hanya dipikir dan diperdebatkan, tetapi harus di atasi dengan kerja keras dalam mengatasinya.

Apresiasi di sampaikan kepada TNI dan PNS TNI-AD yang sudah bekerja keras, tanpa pamrih dan tanpa terpengaruh dinamika sosial politik yang terjadi. Sehingga TNI-AD masih dipercaya masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Kepercayaan ini tidak datang secara tiba-tiba, apalagi TNI-AD sempat terpuruk di awal-awal reformasi.Berbagai keberhasilan TNI-AD dalam penugasan operasi,baik sebagai tentara profesional maupun tugas-tugas sosial kemasyarakatan menjadi bukti tingginya Kinerja Prajurit dan PNS TNI-AD dalam pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara. Hal itu yang yang makin mempertajam torehan citra positif TNI-AD di tengah masyarakat dan semakin meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa TNI-AD adalah Garda terdepan dan Benteng terakhir NKRI.

Lewat peringatan ke 71 Hari Kemerdekaan RI diharapkan Prajurit dan PNS TNI-AD untuk menjaga momentum ini, dengan tetap bekerja keras dan bekerja nyata demi kepentingan bangsa. Tingkatkan sinergitas dengan segenap komponen bangsa lainnya di landasi tekad saling menghormati dan menghargai sesama aparat Keamanan. Soliditas dan sinergitas TNI dan Polri dan komponen bangsa lainnya harus menjadi tonggak dan benteng terakhir tetap tegaknya Merah Putih di bumi Indonesia.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer