BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Upaya Babinsa Koramil-08/Sambirejo dalam Memberdayakan Pola Tanam Jajar Legowo
Upaya Babinsa Koramil-08/Sambirejo dalam Memberdayakan Pola Tanam Jajar Legowo

Upaya Babinsa Koramil-08/Sambirejo dalam Memberdayakan Pola Tanam Jajar Legowo

Sambirejo, 15/04/15.  Musim tanam padi pada masa tanam dua tahun ini di wilayah Kabupaten Sragen telah selesai, namun demikian ada hal-hal yang masih mengganjal atau menjadi PR bagi para penyuluh dan Babinsa yang sudah mendapatkan perintah untuk memberikan pendampingan guna meningkatkan hasil produksi padi, jagung dan kedelai. Ada ketentuan-ketentuan teknis yang seharusnya diterapkan oleh para petani agar hasilnya bisa maksimal akan tetapi belum seluruhnya bisa dilakukan diantaranya Pola tanam padi Jajar Legowo, penggunaan pupuk organik dan penanaman padi secara serentak atau bersama-sama.

Untuk memberikan pemahaman tersebut para Babinsa dan penyuluh lapangan mulai terjun langsung ke lapangan dalam mensosialisasikan dan mengaplikasikan pola tanam jajar legowo sehingga langsung dapat dipraktekan dan dikerjakan oleh para petani.

Pada kesempatan tersebut Babinsa melaksanakan Komunikasi Sosial dengan salah satu petani An. Bp. Wiyono dk. Sawur RT.04, ds. Sukorejo, kec. Sambirejo yang semula masih menggunakan pola biasa.atau sistem petak ubin dan akhirnya setelah Babinsa melakukan komunikasi sehingga petani bersedia merubah pola tanam menjadi jajar legowo. Kegiatan tersebut harus rutin dilakukan untuk merubah mainset para petani, sehingga kedepan para petani sudah menerapkan pola tersebut.

Legowo menurut bahasa Jawa berasal dari kata “Lego” yang berarti luas dan “dowo” yang berarti panjang Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut juga memanpulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.

Legowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun maupun antar barisan, sehingga terjadi pemadatan rumpun padi di dalam barisan dan memperlebar jarak antar barisan. Pada sistem jajar legowo dua baris semua rumpun padi berada di barisan pinggir dari pertanaman. Akibatnya semua rumpun padi tersebut memperoleh manfaat dari pengaruh pinggir (border effect).

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer